TIBUKU

aku membaca maka aku ada

img
Home / Biografi / √ Biografi Ir. Soekarno – Profil Biodata Singkat & Lengkap – Sejarahku

√ Biografi Ir. Soekarno – Profil Biodata Singkat & Lengkap – Sejarahku

67 Views

Biografi Ir. Soekarno – Nama Soekarno tidaklah asing bagi telinga masyarakat Indonesia. Ia terkenal sebagai presiden pertama Indonesia. Gaya berdiplomasi yang high profile serta politik konfrontasi yang sering ia lontarkan ini membuat tidak hanya masyarakat Indonesia saja yang bangga kepadanya, namun juga dari masyarakat Internasional. berikut biografi Seokearno dimulai dari masa kecil hingga kemunduran pemerintahannya.

Biodata Soekarno

Biografi Ir. Soekarno – Profil Dan Biodata Lengkap
Biografi Ir. Soekarno – Profil Dan Biodata Lengkap
Nama LahirKoesno Sosrodihardjo
Nama PopulerSoekarno
Tempat, Tanggal LahirSurabaya, 6 Juni 1901
MeninggalJakarta, 20 Juni 1970
AgamaIslam
Orang Tua- Raden Soekemi Sosrodihardjo (Ayah)
- Ida Ayu Nyoman Rai (Ibu)
SaudaraRaden Soekarmini
IstriSiti Oetari, Inggit Ginarsih, Fatmawati, Hartini, Ratna Sari Dewi Soekarno, Haryati, Yurike Sanger, Kartini Manoppo, Heldy Djafar
AnakGuntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rahmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputra, Taufan Soekarnoputra, Bayu Soekarnoputra, Karina Kartika Sari Dewi Soekarno, Ayu Gembirowati, Totok Suryawan Soekarnoputra.
Tabel biodata Ir. Soekarno

Biografi Ir. Soekarno

Biografi Ir. Soekarno
Biografi Ir. Soekarno

Ir. Soekarno atau yang memiliki nama lahir Koesno Sosrodiharjo, dilahirkan pada tanggal 6 Juni 1901 di Surabaya. Ayahnya yakni Raden Soekemi Sosrodihardjo ialah seorang guru. Ibunya yang keturunan bangsawan Singaraja, Bali dan beragama hindu bertemu dengan ayah Soekarno di Singaraja ketika Raden Soekemi yang beragama Islam ditempatkan di salah satu sekolah dasar di Singaraja.

Soekarno mendapatkan pendidikan yang layak semasa hidupnya sehingga ia memiliki wawasan yang sangat luas. Semasa mudanya, beliau sangat aktif dalam organisasi pemuda dan masyarakat Sarekat Islam. Pengalamannya dalam organisasi tersebut menjadi jembatan bagi Soekarno untuk meraih tampuk kepemimpinan. Beliau menyelesaikan gelar insinyur pada tahun 1926 di Institut Teknologi Bandung.

Masa Kecil Soekarno

Masa Kecil Soekarno
Masa Kecil Soekarno

Ketika masih kecil, Soekarno tinggal bersama kakek dari ayahnya yaitu Raden Hardjokromo di Jawa Timur, tepatnya di kabupaten Tulungagung. Di sana pula beliau mengenyam pendidikan untuk pertama kali hingga akhirnya memilih pindah ke Mojokerto mengikuti kedua orang tuanya yang ditugaskan di kota tersebut. Ayah Soekarno memasukkan beliau ke Eerste Inlandse School di mana ayahnya bekerja.

Pada bulan Juni 1911, Soekarno dipindahkan ke Europeesche Lagere School (ELS) dan menyelesaikan pendidikannya pada tahun 1915. Alasannya pemindahan ini untuk memudahkannya diterima di sekolah yang lebih tinggi yaitu Hogere Burger School (HBS) di Surabaya. Diterimanya Soekarno di HBS tidak lepas dari peran teman ayahnya yaitu H.O.S Tjokroaminoto.

Bahkan selama tinggal dan melanjutkan pendidikan di Surabaya, beliau tinggal di pondok kediaman milik H.O.S Tjokroaminoto. Soekarno banyak mengenal para pemimpin Sarekat Islam yang merupakan organisasi pimpinan H.O.S Tjokroaminoto pada saat itu. Setelah itu,, masa mudanya diwarnai dengan keaktifannya dalam organisasi pemuda Tri Koro Dahrmo, bentukan Budi Utomo.

Soekarno Sebagai Arsitek

Soekarno Sebagai Arsitek
Soekarno Sebagai Arsitek

Insinyur teknik sipil lulusan Institut Teknologi Bandung ini memiliki pengaruh besar terhadap pembangunan kota Jakarta sebagai wajah Indonesia. Beberapa bangunan serta peletakan tata kota Jakarta  dipengaruhi oleh buah pikiran Soekarno yang dikoordinasikan bersama arsitek lainnya seperti Frederich Silaban dan R.M Soedarsono dengan dibantu beberapa arsitek junior untuk visualisasi.

Pada tahun 1926, Soekarno mendirikan biro Insinyur bersama insinyur lainnya yaitu Ir. Anwari. Keduanya berkolaborasi mengerjakan rancangan bangunan dan tata letak kota. Beliau juga menggandeng Ir. Rooseno untuk membangun rumah-rumah dan bangunan umum lainnya. Kecintaannya akan arsitek ini bahkan membuat beliau merenovasi secara total Masjid Jami’ Bengkulu di tengah pengasingannya.

Kiprah Politik Soekarno

Kiprah Politik Soekarno
Kiprah Politik Soekarno

Nama Soekarno mulai terkenal untuk pertama kalinya semenjak beliau menjadi anggota Jong Java (pemuda jawa) cabang Surabaya di tahun 1915. Soekarno terkenal suka menggemparkan publik dengan pidato-pidato karismatik yang dilontarkannya. Dalam rapat pleno tahunan di Surabaya yang diadakan Jong Java, beliau mencoba menyindir sifat organisasi Jawa-sentris dari Jong Java.

Ia berpidato dengan bahasa Jawa kasar karena rasa ketidak puasannya terhadap organisasi yang hanya memikirkan kebudayaan Jawa saja. Sebulan berlalu, beliau kemudian mencetuskan pendapat sengit agar surat kabar Jong Java diterbitkan menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa Indonesia, bahasa pribumi dan bukan bahasa Belanda yang merupakan bahasa asing.

Tahun 1926 di Bandung, beliau mendirikan Algemeene Studie Club (ASC) yang terisnpirasi dari Indonesische Studie Club yang di inisiasi oleh Dr. Soetomo. Organisasi ini pula yang menjadi cikal bakal terbentuknya Partai Nasional Indonesia yang kemudian berdiri pada tahun 1927, setahun setelah ASC terbentuk. Aktivitas PNI yang terkesan memberontak membuatnya ditangkap.

Penangkapan oleh pihak otoriter Belanda terjadi pada tanggal 29 Desember 1929 di Yogyakarta dan sehari kemudian di pindahkan ke Bandung. Soekarno dijebloskan ke penjara Banceuy di Bandung kemudian tahun 1930 beliau dipindahkan ke Sukamiskin. Pada akhir tahun 1930, ia membacakan pledoinya yang fenomenal “Indonesia Menggugat” di pengadilan Landraad, Bandung.

Pengasingan dan penangkapan terus dilakukan kepada Soekarno terkait aktivitasnya yang terus memberontak. Terakhir Soekarno diasingkan di Bengkulu dan kembali bebas pada tahun 1942 yang ketika itu merupakan masa penjajahan Jepang di Indonesia. Sokarno terus menyerukan perjuangan dan pembebasan bangsa Indonesia dari belenggu penjajah yang dianggapnya tidak berperikemanusiaan.

Soekarno Sebagai Presiden Pertama Indonesia

Soekarno Sebagai Presiden Pertama Indonesia
Soekarno Sebagai Presiden Pertama Indonesia

Soekarno diangkat sebagai presiden pertama Republik Serikat Indonesia (RIS) serta Mohammad Hatta diangkat sebagai perdana menteri RIS setelah Belanda menyerukan pengakuan kedaulatan. Selama menjadi presiden, Soekarno telah mengunjungi banyak negara khususnya di Eropa, Amerika, Timur Tengah, Afrika, membuka hubungan diplomatik, serta membangun hubungan ekonomi.

Soekarno tidak segan-segan mengeluarkan politik konfrontasi kepada negara yang dianggapnya melecehkan atau merendahkan bangsa Indonesia. konfrontasi yang paling terkenal adalah dengan negara tetangga yang sekaligus negara serumpun, yaitu Malaysia. Sikap pemerintahan Malaysia yang mengakui beberapa kepulauan yang masuk ke dalam kedaulatan Indonesia membuat Soekarno geram.

Di beberapa negara seperti Amerika, Soekarno amat disegani karena sering menggelontorkan pidato sadis yang mengecam atau menyindir namun dengan gaya yang sangat karismatik. Gaya kepemimpinannya ini membuat masa kepemimpinannya penuh dengan percobaan pembunuhan. Setidaknya ada 23 kali percobaan pembunuhan dan 7 diantaranya dapat terindikasi.

Hubungan diplomatik Indonesia dengan negara Islam di Timur Tengah pada masa Soekarno terjalin harmonis dan ideal. Soekarno bahkan pernah memberikan hadiah berupa pohon kepada pemerintahan Saudi dan menanam pohon tersebut di Makkah. Sampai saat ini jajaran pohon tersebut masih bisa dijumpai dan di namakan pohon Soekarno oleh pihak otoritas Saudi Arabia.

Latar belakang politik Soekarno yang cenderung islami juga membuat masa kepemimpinannya lebih dekat dengan negara Islam lainnya di Afrika, salah satunya adalah Maroko. Berkat jasa beliau membina hubungan bilateral yang harmonis dengan Maroko, manfaatnya sampai saat ini bisa dirasakan oleh masyarakat Indonesia yang berikan tangguhan bebas Visa jika ingin berlibur di Maroko.

Masa Keterpurukan Soekarno

Masa keterpurukan Soekarno
Masa keterpurukan Soekarno

Masa keterpurukan dimulai ketika enam jenderal yang terbunuh dalam peristiwa G30S PKI 1965. Setelah itu, kepemimpinan Sokarno mulai memburuk karena goyahnya beberapa penyangga internal pemerintahan salah satunya adalah enam jenderal yang terbunuh. Keluarnya Surat Perintah Sebelas Maret menjadi awal kemunduran pemerintahan sang putra fajar. Itulah biografi Seokarno singkatnya.

Video Pidato Soekarno

Penutup Biografi Singkat Ir. Soekarno

Demikianlah biografi singkat Ir. Soekarno yang bisa tibuku tuliskan. Bung Karno selalu menjadi inspirasi bagi kita semua. Sebagai anak bangsa, kita patut untuk mencontoh hal baik dari beliau dan menjadikannya sebagai suluh semangat untuk terus memajukan Indonesia agar menjadi negara yang ‘ditakuti’ oleh dunia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

It is main inner container footer text