TIBUKU

aku membaca maka aku ada

img
Home / Biografi / Biografi KH Ahmad Dahlan Singkat – Sang Pencerah Pendiri Muhammadiyah

Biografi KH Ahmad Dahlan Singkat – Sang Pencerah Pendiri Muhammadiyah

21 Views

Biografi KH Ahmad Dahlan Singkat – Siapa yang tidak kenal dengan sosok KH. Ahmad Dahlan. Seorang ulama dan pahlawan besar, salah satu pendiri organisasi besar Islam yaitu Muhammadiyah. KH. Ahmad Dahlan muda merupakan sosok dengan semangat idealisme yang selalu dipegang teguh, khususnya dalam hal pendidikan. Ia juga merupakan anggota kepemudaan pertama di Indonesia, Budi Utomo.

Selain mengambil jalur dakwah lewat organisasi Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan juga merupakan sosok wirausahawan kondang dan dinilai berhasil dalam dunia batik yang saat itu sedang digemari oleh masyarakat. Karena itu, beliau dihormati dan dikenal dalam kalangan masyarakat. Berikut akan diuraikan mengenai biografi K.H. Ahmad Dahlan.

Profil & Biodata KH. Ahmad Dahlan Lengkap

Profil & Biodata KH. Ahmad Dahlan Lengkap
Profil & Biodata KH. Ahmad Dahlan Lengkap

 

Nama LengkapKH. Ahmad Dahlan
LahirYogyakarta, 1 Agustus 1868
AgamaIslam
Orang Tua- Kyai Haji Abu Bakar (Ayah)
- Putri H. Ibrahim / Nyai Abu Bakar (Ibu)
IstriHj. Siti Walidah / Nyai Ahmad Dahlan
AnakDjohanah, Siradj Dahlan, Siti Busyro, Irfan Dahlan, Siti Aisyah, Siti Zaharah, Dandanah
Tabel biodata KH Ahmad Dahlan

Biografi KH. Ahmad Dahlan Singkat

Biografi KH. Ahmad Dahlan Singkat
Biografi KH. Ahmad Dahlan Singkat

Kyai Haji Ahmad Dahlan (KH. Ahmad Dahlan) lahir di Yogyakarta, 1 Agustus 1868 dan meninggal di Yogyakarta, 23 Februari 1923 (umur 54 tahun).

Pahlawan Indonesia ini memiliki nama kecil “Muhammad Darwis”. Beliau adalah anak keempat dari tujuh bersaudara. Dilahirkan dari Ayah seorang Kyai, yakni Kyai Haji Abu Bakar; merupakan seorang ulama besar di Masjid Kasultanan Yogyakarta pada masanya dan Ibu, Putri dari H. Ibrahim dengan jabatan penghulu Kesultanan Ngayogyakarta pada waktu itu.

Kecuali adik bungsunya, seluruh saudara KH. Ahmad Dahlan adalah perempuan. Beliau adalah keturunan kedua belas dari Maulana Malik Ibrahim, seorang pemuka agama yang termasuk dalam Walisongo (penyebar dakwah islam di Indonesia).

Nasab atau silsilah tersebut berawal dari Maulana Malik Ibrahim, Maulana Ishaq, Maulana ‘Ainul Yaqin, Maulana Muhammad Fadlullah, Demang Djurung Djuru Sapisan, Demang Djurung Djuru Kapindo, Kyai Ilyas, Kyai Murtadla, Kyai Haji Muhammad Sulaiman, Kyai Haji Abu Bakar, dan Kyai Haji Ahmad Dahlan sebagai keturunan kedua belas.

Masa Remaja Sebagai Muhammad Darwis

Kyai Haji Ahmad Dahlan kecil atau Muhammad Darwis pergi haji pada tahun 1883 (umur 15 tahun) dan menetap di kota Mekah selama 5 tahun. Pada periode tersebut, Muhammad Darwis sudah mulai berkenalan dan mendalami pemikiran pembaharu Islam seperti Al Afghani, Muhammad Abduh, Ibnu Taimiyah, dan Rasyid Ridha.

Muhammad Darwis pulang kampung pada tahun 1888 yang kemudian berganti nama menjadi Ahmad Dahlan. Tahun 1903, beliau kembali lagi ke Mekah dan tinggal selama 2 tahun. Pada periode ini ia pernah berguru pada Syekh Ahmad Khatib yang juga merupakan guru dari KH. Hasyim Asyari, pendiri Nahdlatul Ulama’. Hingga kemudian pada tahun 1912, KH. Ahmad Dahlan kembali ke Indonesia dan mendirikan Muhammadiyah di Yogyakarta.

Pernikahan dengan Nyai Ahmad Dahlan

Sekembalinya dari Mekah, Ahmad Dahlan menikah dengan perempuan bernama Siti Walidah, putri dari Kyai Penghulu Haji Fadhil yang saat ini dikenal sebagai Nyai Ahmad Dahlan. Dari pernikahannya dengan Nyai Ahmad Dahlan, beliau dikaruniai 7 orang anak yaitu Djohanah, Siradj Dahlan, Siti Busyro, Irfan Dahlan, Siti Aisyah, Siti Zaharah, dan Dandanah.

Selain itu, Kyai Ahmad Dahlan juga pernah menikah dengan Nyai Rum yang merupakan adik dari Kyai Munawwir Krapyak. Beliau KH. Ahmad Dahlan juga menikahi Nyai Aisyah dan dikaruniai seorang putra. Pernikahannya juga pernah dilakukan dengan Nyai Yasin Pakualam Yogyakarta, sebelum akhirnya dimakamkan di Karang Kajen, Yogyakarta.

Pengalaman Organisasi Kyai Haji Ahmad Dahlan

  1. Organisasi Budi Utomo

Tahun 1909, Kyai Haji Ahmad Dahlan memasuki organiasi kepemudaan pertama Indonesia, Budi Utomo. Di sana beliau memberikan materi pembelajaran yang berguna bagi anggota pemuda Budi Utomo. Karena itu, para anggota memberikan saran kepada KH. Ahmad Dahlan untuk mendirikan sekolah sendiri dan didukung oleh organisasi yang permanen.

  1. Organisasi Muhammadiyah

Untuk menghindari nasib sekolah keagamaan tradisional yang tutup ketika pemimpinnya meninggal. Kyai Haji Ahmad Dahlan mendirikan organisasi dengan nama Muhammadiiyah pada tanggal 18 November 1912 atau 8 Dzulhijjah 1330.

Organisasi Muhammadiyah bergerak dalam pendidikan dan bidang kemasyarakatan yang kemudian beliau memajukan pendidikan tersebut dan mulai membangun masyarakat Islam. Dari kaca mata seorang Ahmad Dahlan, Islam hendaknya juga dikaji dengan modern sesuai zamannya namun tetap mengikuti kaidah islam.

Dalam pendidikannya, beliau mengajarkan membaca Al-Quran disertai terjemahan dan tafsir sehingga masyarakat dapat mengerti dan memahami makan mendalam dari kitab suci Al-Quran. Masyarakat diharapkan dapat berperilaku dan beramal perbuatan sesuai kaidah dalam Al-Quran. KH. Ahmad Dahlan melakukan reformasi sistem pendidikan pada zamannya.

Kyai Haji Ahmad Dahlan juga mendirikan sekolah agama dengan pengetahuan umum dan mengajarkan kemampuan dalam berbagai bahasa seperti bahasa Belanda yang sangat dibutuhkan saat itu.

Beliau terus mengembangkan sayapnya dalam dunia pendidikan dan mendirikan sekolah-sekolah hingga masjid, musholla, rumah sakit, poliklinik, dan rumah yatim piatu. Dakwah KH. Ahmad Dahlan juga semakin diperlebar dengan ajaran modern yang sesuai dengan kaidah Islam tetapi tetap meneladai Nabi Muhammad saw. dan berlandaskan Al-Quran.

  1. Mendirikan Aisyiyah

Selanjutnya dalam bidang organisasi (1918), Kyai Haji Ahmad Dahlan mendirikan organisasi Aisyiyah khusus untuk kaum perempuan. Organisasi ini termasuk ke dalam bagian organisasi Muhammadiyah. Tujuan dari pembentukan ini ialah agar kaum wanita juga dapat memperoleh pendidikan yang layak dan dapat melakukan fungsi sosial.

  1. Mendirikan Hizbul Watan

Selain mendirikan untuk kaum perempuan, Kyai Ahmad Dahlan juga mendirikan untuk kaum laki-laki bernama Padvinder (saat ini dikenal dengan nama Pramuka) yang diberi nama Hizbul Wathan atau HW.

Dalam organisasi ini, laki-laki diajarkan tata cara baris-berbaris menggunakan genderang, memakai celana pendek, berdasi, dan bertopi layaknya pramuka zaman sekarang. Hizbul Wathan juga mengenakan seragam sama dengan pramuka saat ini.

Tujuan pembentukan Hizbul Wathan tak lain dimaksudkan agar pemuda sebagai penerus dan harapan bangsa serta agama, memiliki pengetahuan dan sebagai tempat kader penerus bangsa yang terpercaya. Hal ini membuktikan bahwa Islam dapat berkembang sesuai zamannya dan tidak ketinggalan zaman.

K.H Ahmad Dahlan Sebagai Pahlawan Nasional

Kontribusi Kyai Haji Ahmad Dahlan dalam menumbuhkan kesadaran bangsa Indonesia melalui jalan dakwah pembaharuan Islam dan pendidikan, membuat Pemerintah Republik Indonesia menetapkan beliau sebagai salah satu Pahlawan Nasional yang tercantum pada surat Keputusan Presiden No. 657 tahun 1961.

Organisasi Muhammadiyah membawa ajaran islam yang menuntut kemajuan, kecerdasan, beramal saleh pada masyarakat dan umat, disertai dasar iman dan islam. Organisasi ini merupakan pelopor dari amal usaha sosial dan pendidikan demi kemajuan bangsa  dan kebangkitan wanita Indonesia untuk dapat mengenyam pendidikan dan fungsi sosial.

Perubahan yang diajarkan oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan tidak serta merta langsung diterima oleh masyarakat. Namun, berkat kesabaran dan keuletan perlahan masyarakat mulai menerima ajaran yang mengandung perubahan dan membawa pembaharuan.

Usahanya dinilai membawa dampak positif bagi Indonesia sebagai negara mayoritas Islam, dimana banyak intelektual muda yang tertarik dengan cara pengajaran yang KH Ahmad Dahlan terapkan.

Kisah Hidup Pernah Diangkat ke Layar Lebar “Sang Pencerah”

Jika Anda sangat ingin merasakan sedikit sensasi / gambaran biografi KH Ahmad Dahlan, maka Anda dapat menonton film layar lebar Sang Pencerah. Film ini memuat kisah hidup Kyai Ahmad Dahlan dalam mendirkan organisasi Muhammadiyah. Tentunya Anda juga dapat melihat bagaimana semangat muda dengan jiwa patriotisme seorang Ahmad Dahlan.

Penutup Biografi KH. Ahmad Dahlan

Penutup Biografi KH. Ahmad Dahlan
Penutup Biografi KH. Ahmad Dahlan

KH. Ahmad Dahlan, baik itu sebagai ‘ulama atau pahlawan nasional, adalah sosok yang harus kita teladani semangat belajarnya. Gerakan-gerakan pembaharuan yang beliau bawa, meski pada awalnya ditolak karena dianggap melenceng jauh dari ajaran Islam, pada akhirnya menjadi solusi baru, metoda baru, dan aset; tidak hanya bagi agama, tetapi juga bangsa Indonesia.

Kini Muhammadiyah menjadi ormas terbesar di Indonesia. Bersama-sama dengan NU menjaga kerukunan umat beragama dan merawat kedamaian. Terakhir, kami ingin bertanya, apa kesan pertama yang terlintas di pikiran ketika mendengar nama KH. Ahmad Dahlan?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

It is main inner container footer text