TIBUKU

aku membaca maka aku ada

img
Home / Biografi / Biografi KH Hasyim Asy’ari Singkat – Profil & Biodata Lengkap Pendiri NU

Biografi KH Hasyim Asy’ari Singkat – Profil & Biodata Lengkap Pendiri NU

62 Views

Biografi KH. Hasyim Asy’ari Pendiri Nahdlatul Ulama – Nahdlatul Ulama (NU) merupakan gerakan atau organisasi masa terbesar di Indonesia. Pengikut NU tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Namun masih ada yang belum mengenal lebih jauh, siapa sebenarnya pendiri di balik gerakan umat muslim yang kini sangat berpengaruh terhadap kehidupan dan pemerintahan di indonesia tersebut. Beliau adalah KH Hasyim Asy’ari.

Di artikel ini, kami akan menuliskan biografi KH Hasyim Asy’ari dengan singkat, padat, namun jelas. Silakan disimak.

Selain sebagai pencetus gerakan masa NU, KH Hasyim Asy’ari pada masanya terkenal sebagai pendakwah sekaligus pendiri pesantren Tebuireng, yang merupakan salah satu pesantren terbesar dan terpenting di Pulau Jawa pada abad 20. Perjuangannya dalam mengakomodasi kepentingan umat; terutama kebutuhan akan pendidikan dan rohani di Jawa khususnya, menjadikan beliau bertekad besar mendirikan pesantren.

Pada masa pendirian pesantren Tebuireng (1899), kehidupan sosial dan agama masyarakat Jawa masih ada yang keluar dari nilai Islam yang sesungguhnya. Terlebih lagi di sekitar lokasi pendirian pesantren ini terdapat perkampungan atau wilayah yang dijadikan tempat maksiat yang bernama Kebo Ireng. Keprihatinan ini membuat KH Hasyim Asy’ari berkewajiban dalam mengarahkan umat menggunakan jalan pendidikan akhlak.

Profil & Biodata KH Hasyim Asy’ari Lengkap

Profil & Biodata KH Hasyim Asy’ari Lengkap
Profil & Biodata KH Hasyim Asy’ari Lengkap
NamaMohammad Hasjim Asy’arie
Tempat, Tanggal LahirJombang, Jawa Timur, 14 Februari 1871
WafatJombang, Jawa Timur, 21 Juli 1947 (pada usia 76 tahun)
Gelar (Islam)Haddratussyekh
Gelar (Islam/sosial)Kiai Haji
Nama Orang Tua- Kyai Asy’ari (Ayah)
- Halimah (Ibu)
SudaraNafi’ah, Ahmad Saleh, Radiah, Hassan, Anis, Fatanah, Maimunah, Maksum, Nahrawi, Adnan
IstriKhadijah, Nafisah, Nafiqah, dan Masrurah
Anak-anakHannah, Khoiriyah, Aisyah, Azzah, Abdul Wahid, Abdul Hakim, Abdul Karim, Ubaidillah, Mashrurroh, Muhammad Yusuf, Abdul Qodir, Fatimah, Chotijah, Muhammad Ya’kub
Tabel Biodata KH Hasyim Asy'ari

Keluarga dan Anak KH Hasyim Asy’ari

Beliau merupakan putra ke 3 dari 10 bersaudara dari pasangan Kyai Asy’ari dan Halimah. Jiwa kepemimpinan yang dimiliki KH Hasyim Asy’ari ternyata diwarisi dari ayahnya yang seorang pemimpin pesantren Keras pada masa itu yang berada di Jombang, Jawa timur. Kakeknya yaitu Kiyai Utsman juga merupakan pemimpin Pesantren Nggedang di Jombang.

Beliau memiliki garis keturunan bangsawan kerajaan Majapahit  dan Raja Brawijaya dari darah sang ibu. Berdasarkan garis keturunan ibu meliputi :

Prabu Brawijaya V (Lembupeteng) memiliki putra bernama Joko Tingkir (Mas Karebet) yang memiliki putra bernama Pangeran Benowo. Pangeran Benowo adalah ayah dari Pangeran Sambo, ayah dari Ahmad, ayah dari Abdul Jabar, ayah dari Sihah. Sihah memiliki putri bernama Layyinah dan cucu bernama Halimah yang merupakan ibu kandung KH Hasyim Asy’ari.

Salah satu putra KH Hasyim Asy’ari yakni Abdul Wahid (Wahid Hasyim) merupakan tokoh besar perumus Piagam Jakarta dan pernah menjadi Menteri Agama. Abdul Wahid memiliki Putra yakni Abdurrahman Wahid atau lebih dikenal dengan nama Gus Dur yang kemudian pernah menjabat sebagai presiden Indonesia yang ke 4. Dari silsilah dan biografi KH Hasyim Asy’ari sudah jelas bahwa beliau dari keluarga yang berpengaruh.

Pendidikan KH Hasyim Asy’ari

Sejak kecil, KH. Hasyim Asy’ari mendapat pelajaran tentang dasar-dasar agama dari sang ayah dan kakek yang merupakan tokoh agama. Beliau tidak mendapat pendidikan pada sekolah formal karena ketika beliau kecil berada pada masa kekuasaan Belanda dan sekolah formal hanya diperuntukkan untuk kaum tertentu saja. Ketika berumur 15 tahun, beliau mencari ilmu dari pesantren satu ke pesantren lainnya.

Pesantren yang pernah beliau masuki untuk belajar yakni pesantren Langitan di Tuban, Pesantren Wonokoyo di Probolinggo, pesantren Trenggilis di Semarang, pesantren Siwalan di Sidoarjo, dan pesantren Kademangan di Bangkalan. Setelah beliau berkenalan menimba ilmu pada tiap pesantren di pulau Jawa, beliau memutuskan untuk memperdalam ilmu agama ke Mekah.

Tahun 1892, KH Hasyim Asy’ari memutuskan untuk pergi ke Mekkah. Di sana beliau berguru pada Syekh Ahmad Kahtib Minangkabau, Syekh Ahmad Amin Al-Aththar, Syekh Ibrahim Arab, Syekh Rahmaullah, Syekh Muhammad Mahfudz at-Tarmasi, Syekh Sholeh Bafadlal, Syekh Said Yamani, Sayyid Husein Al-Habsyi, Sayyid Alwi bin Ahmad As-Saqqaf, dan Sayyid Abbas Maliki.

Beliau awalnya menekuni ilmu hadis di bawah bimbingan Syaikh Mafudz, seorang ulama pertama dari Indonesia yang mengajar Sahih Bukhori di Mekah. Beliau mendapat ijazah dari Syaikh Mafudz. Selain belajar hadis, beliau juga belajar tassawuf atau sufi dengan pendalaman pada tarekat Qadiriyah dan Naqsyabandiyah, fiqih madzab syafi’i serta ilmu tafsir Al-manar.

Pencapaian KH Hasyim Asy’ari

  • Mendirikan pesantren Tebuireng

Sepulangnya menimba ilmu dari Mekah pada tahun 1899, beliau kembali ke tanah kelahirannya di Jombang Jawa Timur dan mendirikan sebuah pesantren yang bernama Tebuireng. Pesantren ini terkenal dengan pengajaran dalam bidang ilmu hadis. Seiring dengan tingkat kesadaran masyarakat yang membutuhkan ilmu agama, pesantren Tebuireng menjadi salah satu pesantren terbesar di Jawa.

  • Mendirikan Nahdlathul ulama

Pada tahun 1926, beliau mendirikan sekaligus menjadi salah satu pemrakarsa berdirinya sebuah gerakan masa bernama Nahdathul Ulama atau disingkat NU. Meski Nahdatul Ulama yang artinya kebangkitan ulama, bukan berarti pengikut dari gerakan ini haruslah berasal dari kalangan ulama. Kini gerakan masa ini sudah tersebar keselelurh penjuru nusantara dan menjadi salah satu organisasi terbesar di Indonesia.

  • Pahlawan Nasional Indonesia dan Maha Guru

Gelar Pahlawan Nasional indonesia diberikan oleh presiden Indonesia yang pertama yakni Ir. Soekarno pada tahun 1964. Gelar ini disematkan bukan tanpa alasan. Meski tidak turut berperang dalam melawan penjajahan dengan cara fisik, namun beliau berperan besar dalam melawan penjajahan dengan membekali ilmu serta karakter anak bangsa Indonesia melalui pendidikan agama.

Di kalangan Nahdliyin dan ulama pesantren besar di Indonesia, khususnya di pulau Jawa, beliau diberikan gelar Hadratus Syeikh. Julukan tersebut artinya maha guru atau guru dari seluruh guru. Kemampuannya dalam menguasai ilmu agama serta pengalaman panjang belajar di kota suci Mekah membuat beliau memiliki pemahaman yang amat luas terkait ilmu agama.

Karya / Buku KH Hasyim Asy’ari

  • Risalah Ahlis-Sunnah Wal Jama’ah: Fi Hadistil Mawta wa Asyrathis-sa’ah wa baya Mafhumis-Sunnah wal Bid’ah.
  • Al-Nuurul Mubiin fi Mahabbati Sayyid al-Mursaliin.
  • Adab al-alim wal Muta’allim fi maa yahtaju Ilayh al-Muta’allim fi Ahwali Ta’alumihi wa maa Ta’limihi.
  • Al-Tibyan: fin Nahyi ‘an Muqota’atil Arham wal Aqoorib wal Ikhwan.
  • Muqaddimah al-Qanun al-Asasi li Jam’iyyat Nahdlatul Ulama. Pemikiran dasar beliau tentang NU. Di dalamnya terdapat ayat dan hadits serta pesan penting yang menjadi landasan awal pendirian NU.
  • Risalah fi Ta’kid al-Akhdzi bi Mazhab al-A’immah al-Arba’ah. Mengikuti manhaj para imam empat yakni Imam Syafii, Imam Malik, Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad bin Hanbal,
  • Sebuah kitab yang bisa menjadi solusi cerdas bagi para pelaku dan pegiat di masyarakat.
  • Arba’ina Haditsan Tata’allaqu bi Mabadi’ Jam’iyyat Nahdlatul Ulama.
  • Al-Tanbihat al-Wajibat liman Yushna’ al-Maulid bi al-Munkarat. Kitab yang menyajikan beberapa hal yang harus diperhatikan saat memperingati maulid rasullullah.

Kekaguman Ust. Abdul Somad pada KH. Hasyim Asy’ari

Penutup Biografi Singkat KH. Hasyim Asy’ari

biografi singkat kh hasyim asy'ari
biografi singkat kh hasyim asy’ari

Terakhir, mari kita sama-sama doakan almarhum KH. Hasyim Asy’ari mendapatkan tempat yang sepadan di sisi Allah atas segala perjuangannya membela nusa, bangsa, dan agama. Demi menghormati beliau, mari kita jaga organisasi Nahdlatul Ulama; menjaganya agar tetap pada jalur perjuangan yang diridhoi pendirinya, dan tentu diridhoi Allah swt.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

It is main inner container footer text