biografi kh maruf amin singkat

Biografi KH. Ma’ruf Amin Singkat – Profil & Biodata Tokoh Lengkap

Biografi KH. Ma’ruf Amin – Beliau terkenal sebagai salah satu tokoh agama yang berpengaruh di Indonesia. Ilmu serta wawasan keagamaan yang dimilikinya menjadikan beliau dipercaya sebagai salah satu ulama sekaligus umara bagi umat muslim di Indonesia. Kehidupan serta biografi Ma’ruf Amin mulai disorot publik setelah namanya dicantumkan sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Jokowi pada pemilihan umum tahun 2019.

Usianya yang sudah bisa dikatakan tidak produktif lagi menimbulkan pro dan kontra akan kemampuannya menjadi calon wakil presiden jika pasangan ini nantinya terpilih. Terlebih lagi sosok Ma’ruf Amin yang merupakan ulama besar yang memiliki banyak pengikut atau umat, dianggap oleh sebagian orang hanya dijadikan sebagai boneka politik agar memperoleh suara dari umatnya.

Meski banyak yang menyayangkan pilihan beliau untuk terjun ke dalam ranah politik yang lebih dalam, termasuk umat atau pengikutnya, yang menginginkan beliau lebih baik menjadi pemimpin agama daripada pemimpin politik. Namun beliau tidak mengubah ketetapannya dan berharap bisa memimpin umat Indonesia yang mayoritas umat muslim, menuju kehidupan beragama dan lebih sejahtera.

Profil dan Biodata KH. Ma’ruf Amin Lengkap

Profil dan Biodata KH. Ma’ruf Amin Lengkap

Profil dan Biodata KH. Ma’ruf Amin Lengkap

NamaDr. K. H. Ma'ruf Amin
Tempat, Tanggal LahirKresek, Tangerang, 11 Maret 1943
AgamaIslam
Pasangan- Siti Churriyah (? - 2013)
- Wury Estu Handayani (2014)
Anak-anakDra. Siti Marifah, SH,  Hj. Siti Mamduhah, SE., Siti Najihah, Hj. Siti Nur Azizah, Ahmad Syauqi, Ahmad Muayyad, Siti Hannah, Siti Haniatunnisa
Tabel biodata KH. Ma'ruf Amin

Biografi KH. Ma’ruf Amin Singkat

Biografi KH. Ma'ruf Amin Singkat

Biografi KH. Ma’ruf Amin Singkat

Kehidupan Pendidikan KH. Ma’ruf Amin

Sedari kecil, KH. Ma’ruf Amin sudah sangat mengenal ilmu keagamaan. Diriwayatkan bahwa beliau bersekolah di sekolah Rakyat Kresek pada tahun 1955 di usianya yang kala itu 12 tahun. Selain mengikuti sekolah rakyat, beliau juga menjadi salah satu siswa pada Madrasah Ibtidaiyah Kresek, Tangerang. Pada madrasah tersebut, Ma’ruf Amin semasa kecil mendapat pelajaran dasar tentang agama.

Tekadnya yang ingin meneruskan ilmu agama membawanya melanjutkan sekolah menjadi santri di pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, pada tahun 1958. Begitu juga saat beliau memasuki usia SMA, yang dilanjutkan di Madrasah Aliyah Tebuireng.

Masuk ke sekolah agama dari sekolah dasar hingga tingkat SMA membuat Ma’ruf Amin muda mendapat cukup banyak ilmu agama.

Pada tahun 1963, setelah lulus dari MA Tebuireng, beliau kembali ke kota kelahirannya, Banten, dan sempat menjalani kehidupan menjadi santri lagi pada salah satu pesantren di sana. Hingga 4 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1967, beliau masuk ke salah satu perguruan tinggi di Bogor, yakni Universitas Ibnu Chaldun dan menjadi mahasiswa fakultas Ushuluddin.

Sembari kuliah, KH. Ma’ruf Amin menekuni pekerjaan sampingan sebagai guru madrasah atau agama pada sekolah-sekolah yang ada di Jakarta Utara. Beliau memulai pekerjaan tersebut dari tahun 1964 sampai 1970. Kemampuannya dalam menyampaikan dan membagikan ilmu yang beliau miliki kepada orang lain, membuatnya dipercaya sebagai pendakwah dan menekuni ‘profesi’ tersebut pada tahun 1964.

Sebakda lulus dari Universitas Ibnu Chaldun, beliau mendapat kepercayaan menjadi salah satu dosen fakultas Tarbiyah di Universitas Nahdlatul Ulama, Jakarta, pada tahun 1968. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1976, beliau menjadi Direktur serta ketua Yayasan Lembaga Pendidikan dan Yayasan Al-Jihad khususnya lembaga pendidikan keagamaan.

Biografi Ma’ruf Amin selanjutnya pada dunia politik.

Jabatan Politik KH. Ma’ruf Amin

  • 1971 – 1973 Legislatif

KH. Ma’ruf Amin juga turut berperan dalam urusan politik, dengan terpilihnya menjadi anggota DPRD Provinsi Jakarta dari Utusan Golongan. Menjadi Anggota Legislatif inilah yang menjadi permulaan karier politik beliau. Hingga kemudian, beliau mulai serius menekuni politik dengan gaya kepemimpinan nasionalis – religius, di mana karakter pemimpin seperti itulah yang dianggap mampu membawa kesejahteraan dan kedamaian bagi rakyat.

  • 2007 – 2010 Anggota Dewan Pertimbangan Publik

Di sini, KH. Ma’ruf Amin memiliki pengalaman cukup panjang; yakni selama 3 tahun sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Publik (kehidupan beragama). Jabatan tersebut dimulai dari tahun 2007 hingga 2010. Dipercayainya Ma’ruf Amin sebagai  Dewan Pertimbangan Publik adalah karena kredibilitas yang beliau tunjukan ketika mengikuti atau bergabung dengan beberapa organisasi dengan posisi atau jabatan yang diperhitungkan di sana.

  • 2010 – 2014 Anggota Dewan Pertimbangan Presiden

Setelah berhasil menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Publik, pada tahun 2010 – 2014, di bawah kepemimpinan presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ma’ruf Amin terpilih kembali sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Tentunya jabatan ini lebih tinggi dari jabatan sebelumnya. Keberhasilannya dalam menjalankan tugas pada jabatan sebelumnya membuat jabatan beliau naik.

Keterlibatan KH. Ma’ruf Amin dalam Organisasi

  • Tahun 1964 – 1966 sebagai Ketua Ansor, Jakarta
  • Tahun 1964 – 1967 menjabat sebagai ketua Front Pemuda
  • Tahun 1968 – 1976 sebagai Wakil Ketua Wilayah Nahdlatul Ulama di Jakarta
  • Tahun 1970 – 1972 sebagai Anggota Koordinator Da’wah (Kodi) di Jakarta
  • Tahun 1973 – 1977 sebagai Ketua Dewan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan
  • Tahun 1977 – 1989 sebagai Anggota Pengurus Lembaga Da’wah PBNU di Jakarta
  • Tahun 1971 – 1977 sebagai Anggota Bazis (Badan amil zakat, infaq, dan shadaqah) di Jakarta
  • Tahun 1966 – 1970 menjabat sebagai ketua Nahdatul Ulama di Jakarta
  • Ketua Fraksi I Utusan Golongan DPRD DKI Jakarta
  • Tahun 1971 – 1977 menjadi Anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
  • Tahun 1987 sebagai Ketua Umum Yayasan Syekh Nawawi Al Bantani
  • Tahun 1989 – 1994 sebagai Katib Aam Syuriah PBNU
  • Tahun 1990 sebagai Anggota Majelis Ulama Indonesia Pusat
  • Tahun 1994 – 1998 sebagai Rois Syuriah PBNU
  • Tahun 1996 sebagai Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Pusat
  • Tahun 1996 sebagai Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN)
  • Tahun 1998 sebagai Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa
  • Tahun 1998 menjabat sebagai Mustasyar PBNU (1998)
  • Menjabat sebagai Pimpinan Komisi A dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
  • Tahun 1997 – 1999 menjabat sebagai Anggota MPR RI dari PKB (Partai Kebangkitan Bangsa).
  • Menjabat sebagai Anggota MPR RI dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa)
  • Tahun 1999 – 2004 menjabat sebagai Anggota DPR RI dari PKB (Partai Kebangkitan Bangsa)
  • Pernah menjabat sebagai Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa)
  • Pernah menjadi Anggota Panitia Anggaran DPR RI dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa)
  • Tahun 1999 pernah menjadi Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa)
  • Tahun 1999 menjabat sebagai Anggota Komite Ahli Pengembangan Bank Syariah Bank Indonesia
  • Tahun 2001 sampai 2007 sebagai Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia
  • Tahun 2002 sampai 2007 juga menjabat sebagai Mustasyar PKB
  • Tahun 2004 hingga 2010 menjadi Ketua Harian Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (2004-2010)
  • 2007 sampai 2010 menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia

Gelar Kehormatan KH. Ma’ruf Amin

Meski tidak pernah meraih gelar master atau doktor, namun peran KH. Ma’ruf Amin sebagai pendakwah sekaligus dosen, membuat dirinya mendapat gelar kehormatan sebagai guru besar di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, pada tahun 2017.

Gelar guru besar di bidang Mu’amalah Syari’iyah pada fakultas Syariah UIN Malang ini menjadi salah satu bentuk penghormatan atas ilmu agama yang KH. Ma’ruf Amin miliki.

Rekam Jejak KH. Ma’ruf Amin dalam Video

Penutup Biografi KH. Ma’ruf Amin Singkat

Penutup Biografi KH. Ma'ruf Amin Singkat

Penutup Biografi KH. Ma’ruf Amin Singkat

Pak Kyai, di usia senjanya masih bersemangat untuk membawa Indonesia menjadi lebih baik dengan kebersediaannya mendampingi Jokowi dalam laga pilpres 2019. Hal tersebut patut kita ambil sisi positifnya. Selain itu, pencalonan KH. Ma’ruf Amin sebagai cawapres menyentil kita, kaum muda, sudah berbuat apa untuk Indonesia? Seberapa besar semangat yang masih kita punya?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.