biografi linus torvalds

Biografi Linus Torvalds – Sang Pelopor Sistem Operasi Linux

Biografi Linus Torvalds – Kesuksesan tidak bisa didapatkan begitu saja tanpa kegigihan usaha. Kesuksesan seseorang berbeda satu sama lainnya. Semua orang memiliki kesuksesannya masing-masing dan pada waktunya masing-masing.

Bagi kalian yang masih merasa belum bisa meraih kesuksesan, terutama bagi kalian yang tengah mengalami masa-masa sulit dan ketidakpastian, jangan khawatir. Suatu saat nanti kalian pasti akan menemukan jalan sukses pada waktu yang tepat.

Nah, kami disini memiliki biografi Linus Torvalds, seorang tokoh inspiratif dalam dunia pemrograman perangkat lunak, yang mungkin dapat memberikan pengaruh positif dalam hidup kamu.

Profil & Biodata Linus Torvalds Lengkap

Profil & Biodata Linus Torvalds Lengkap

Profil & Biodata Linus Torvalds Lengkap

Nama LahirLinus Benedict Torvalds
Nama PopulerLinus Torvalds
Lahir28 Desember 1969 (usia 49 tahun), Helsinki, Finlandia
Tempat tinggalPortland, Oregon, Amerika Serikat
PasanganTove Torvalds (m. 1997)
Biodata Linus Torvalds

Biografi Linus Torvalds Singkat

Biografi Linus Torvalds Singkat

Biografi Linus Torvalds Singkat

Tidak hanya Bill Gates, Steve Jobs dan Larry Page saja yang menjadi tokoh inspiratif di dunia komputer dan teknologi. Linus Torvalds juga merupakan salah satu tokoh yang berperan besar dalam kemajuan teknologi, lho. Penasaran siapa Linus Torvalds itu?

Linus Torvalds adalah seorang programer komputer asal Finlandia yang terkenal di dunia. Ia memelopori sistem operasi Linux, yaitu sebuah sistem operasi mirip Unix. Kernel Linux yang pertama kali dibuatnya kini kemudian berkembang pesat menjadi teknologi OS populer dunia, bahkan dapat menyaingi Microsoft Windows. Linus telah memberikan kontribusi yang besar dalam sejarah komputer dunia.

Memiliki nama lengkap Linus Benedict Torvalds, Linus lahir di Helsinki, ibu kota Finlandia, pada tanggal 28 Desember 1969. Torvalds pada dasarnya berasal dari keluarga jurnalis. Ayahnya, Nils Torvalds, adalah seorang jurnalis radio.

Sementara itu, ibunya, Anna Torvalds, bekerja di Koran Finnish sebagai penerjemah dan pembuat grafik berita. Kakek dari pihak ibunya lah, Leo Toerngvist seorang profesor statistika di Universitas Helsinki, yang memberikan pengaruh besar kepada Torvalds muda untuk mengenal dunia perangkat lunak.

Pada pertengahan tahun 1970-an, kakek Toerngvist memberikan Torvalds komputer, yaitu Commodore Vic 20. Melalui komputer ini, Torvalds mulai berkecimpung di dunia perangkat lunak. Ia merasa bosan dengan beberapa program yang tersedia pada sistem operasi yang tersedia sehingga ia mulai membuat yang baru.

Awalnya, ia menggunakan bahasa pemrograman BASIC lalu menggunakan assembly language yang jauh lebih kompleks namun lebih kuat. Komputer dan matematika pun menjadi hobi Torvalds.

Pada tahun 1991, Torvalds mengambil kuliah Ilmu Komputer di Universitas Helsinki. Ia membeli komputer pribadi pertamanya dengan sistem operasi MS-DOS buatan Microsoft. Komputer ini memiliki prosesor Intel 386 33MHz dengan memori sebesar 4MB.

Prosesor ini dianggap sangat menarik olehnya karena memiliki peningkatan luar biasa dari chip Intel komputer yang sebelumnya. Namun, disisi lain Torvalds masih merasa kecewa dengan sistem operasi MS-DOS yang terdapat di dalamnya.

Torvalds menganggap bahwa sistem operasi pada MS-DOS tidak cukup maju untuk dari kemampuan chip 386. Oleh karena itu, ia lebih sering menggunakan sistem operasi UNIX, sebagaimana yang digunakan pada komputer di universitasnya, karena sistem operasi ini lebih kuat dan stabil.

Kemudian ia pun memutuskan untuk menciptakan perangkat lunak komputernya sendiri berbasis pada UNIX. Setelah beberapa bulan menghabiskan waktu dalam mengembangkan sistem operasi UNIX, akhirnya kerja keras dan kegigihan Torvalds pun membuahkan hasil.

Ia mendapatkan sistem operasi versi kasar yang pada akhirnya menjadi cikal bakal dari sistem operasi Linux. Pada saat itu, banyak pengamat yang mengatakan bahwa sistem operasi Linux ini dapat menjadi ancaman yang cukup besar bagi Microsoft terkait sistem operasi Windows-nya.

Lahirnya Sistem Operasi Linux

Pada tahun 1991, Torvalds memposting pesan di Internet untuk memperkenalkan sistem operasi buatannya tersebut kepada pengguna PC di seluruh dunia. Perangkat lunak ini tersedia secara gratis dan siapapun dapat mengunduhnya tanpa biaya sepeser pun.

Tidak tanggung-tanggung, seperti yang dilakukan pengembang perangkat lunak kala itu, Torvalds juga merilis source code secara bebas. Dengan memberikan source code, setiap orang yang memiliki pengetahuan tentang perangkat lunak dapat memodifikasi sistem operasi Linux dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Peluncuran Linux pun langsung mendapat perhatian publik. Banyak para programmer yang mendukung Linux dengan antusias dan bersedia membantu Torvalds untuk memperbaiki dan menyempurnakan perangkat lunak tersebut.

Bahkan Linux pun mendapat dukungan dari beberapa kompetitor, seperti Microsoft yang tertarik dan turut ikut serta dalam pengembangan Linux. Mereka menyatakan bahwa akan mendukung sepenuhnya Linux sebagai alternatif sistem operasi. Linux versi 1.0 pun resmi diluncurkan.

Dalam mengoperasikan sistem operasi Linux, dibutuhkan kecerdasan teknik yang signifikan karena cara kerja sistem operasi ini tidak semudah seperti menggunakan sistem operasi populer lainnya, seperti Windows, Mac, atau OS/2. Namun bagi beberapa pengembang komputer atau bagi orang yang paham akan sistem operasi perangkat lunak, Linux dianggap memiliki keunggulan sebagai sistem yang lebih efisien, stabil dan jarang terjadi crash.

Selain itu, salah satu keunggulan lainnya dari sistem operasi Linux adalah karena harganya yang lebih terjangkau. Beberapa perusahaan ternama seperti Nestcafe Communications Corp., Oracle Corp., Corel Corp., dan Intel Corp., berencana untuk mendukung Linux sebagai sistem operasi alternatif karena lebih murah dari Windows.

Perangkat Linux yang dapat diunduh secara gratis, source code yang dapat diakses secara bebas, dan sistem yang dapat dimodifikasi juga telah menarik perhatian perusahaan-perusahaan besar tersebut.

Sistem operasi Linux banyak digunakan di negara-negara berkembang Asia, Amerika Latin dan Afrika. Mengapa demikian? Lagi-lagi alasan pertama terkait dengan harga, dimana harga perangkat lunak biasanya dapat mencapai lebih dari 100 dollar AS.

Tentu saja harga ini sangat mahal bagi negara-negara berkembang. Sedangkan Linu bisa diperoleh secara gratis. Selain itu, sistem operasi Linux pun dapat digunakan pada komputer yang tergolong jadul. Maka tidak heran Linux banyak dimanfaatkan oleh negara-negara berkembang.

Sistem operasi Linux juga ini dimanfaatkan pada The Tetragrid, yaitu sebuah meja komputer dunia yang bekerja untuk mencari solusi dari masalah matematika kompleks, masalah astronomi, ramalan cuaca bahkan digunakan dalam riset kanker. Selain itu, Linux juga diterapkan pada Evolocity, yaitu satu dari lima superkomputer tercepat di dunia. Wow, luar biasa bukan?

Karier Linus Torvalds Sekarang

Pada tahun 1997, Torvalds mengambil posisi di Transmeta Corp., dan bekerja dalam sebuah proyek yang sangat rahasia terkait program perangkat lunak.

Enam tahun kemudian ia meninggalkan Transmeta dan bekerja sebagai koordinator proyek di bawah Open Source Development Lab (OSDL), yaitu sebuah konsorsium yang dibuat oleh perusahaan teknologi tinggi seperti IBM, Intel dan Siemens untuk mempromosikan Linux.

Pada 2007, OSDL bersama Free Standards Group membentuk Linux Foundation. Torvalds pun kemudian dianugerahi Millennium Technology Prize oleh yayasan Technology Academy Finland.

Selain itu, Torvalds juga mendapatkan penghargaan IEEE Computer Pioneer Award atas penemuan sistem operasi perangkat lunaknya tersebut sehingga telah memberikan kontribusi yang besar dalam kemajuan teknologi dunia. Sampai saat ini, Linus Torvalds tetap mengembangkan Linux dan tidak menunjukkan tanda-tanda lelah dalam usahanya tersebut.

Biografi Linus Torvalds dalam Video

Penutup Biografi Linus Torvalds

Penutup Biografi Linus Torvalds

Penutup Biografi Linus Torvalds

Linus Torvalds adalah seorang jenius yang lain. Salah satu tokoh teknologi ini telah membuat ratusan bahkan ribuan anak muda di seluruh dunia, berlomba-lomba menciptakan sistem operasi sendiri yang memenuhi kriteria masing-masing. Maka dari itu, banyak bermunculan distro Linux (varian sistem operasi Linux) buatan lokal seperti blankON, dll. Tertarik untuk mencobanya?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.