Biografi Pahlawan Nasional Indonesia yang Singkat Padat Jelas

Biografi Pahlawan Nasional – Kemerdekaan yang kini tengah kita rasakan, tidak pernah lepas dari perjuangan para pahlawan zaman dahulu. Banyak hal yang dikorbankan untuk mencapai kemerdekaan sekarang ini. Bukan hanya harta benda, tapi juga keluarga dan bahkan nyawanya sendiri. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk mengenal biografi pahlawan untuk menghargai setiap perjuagan yang dilakukannya.

Ir. Soekarno Bapak Proklamator Indonesia

Biografi Ir. Soekarno – Profil Dan Biodata Lengkap

Biografi Ir. Soekarno – Profil Dan Biodata Lengkap

Ir. Soekarno lahir pada tanggal 6 Juni tahun 1901 di Surabaya. Ir. Soekarno adalah Presiden RI pertama dan dikenal sebagai tokoh proklamator. Soekarno mendirikan PNI (Partai Nasional Indonesia) pada tahun 1927 untuk mencapai kemerdekaan Indonesia dan membangkitkan semangat rakyat.

Pada tahun 1929, Soekarno dan tokoh PNI kemudian ditangkap dan dipenjara. Perjuangan beliau pun terus berlanjut setelah dibebaskan, akan tetapi pada tahun 1933, beliau kembali ditangkap dan diasingkan ke Ende dan dipindahkan ke Bengkulu.

Kemudian, Soekarno dibebaskan ketika Jepang mengambil kekuasaan dari Belanda. Ketika Jepang posisinya mulai terdesak dalam Perang Asia Raya oleh Sekutu, Jepang pun mendirikan BPUPKI. Sidang BPUPKI pertama pada tanggal 1 Juni 1945, Soekarno memberikan gagasan tentang dasar negara yaitu Pancasila. Setelah BPUPKI bubar, beliau diangkat menjadi ketua dari PPKI.

Setelah itu, Jepang memanggil Soekarno, Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat ke Vietnam, untuk bertemu Jenderal Terauchi guna membicarakan kemerdekaan Indonesia. Setelah beliau kembali ke Indonesia, beliau dan Hatta diculik para pemuda setelah mendengar berita kekalahan Jepang atas Sekutu dan dibawa ke Rengasdengklok. Akhirnya tercapailah sebuah kesepakatan hingga Soekarno-Hatta kembali ke Jakarta mempersiapkan Naskah Proklamasi.

Kemudian, dalam biografi pahlawan tertulis bahwa, Soekarno-Hatta membacakan teks proklamasi kemerdekaan RI atas nama rakyat Indonesia pada 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta. Beliau memerintahkan Indonesia selama 22 tahun. Beliau meninggal saat usia 69 tahun dan dimakamkan di Blitar.

Selengkapnya tentang Biografi Ir. Soekarno.

RA. Kartini Pahlawan Kaum Wanita

Profil dan Biodata RA Kartini Lengkap

Profil dan Biodata RA Kartini Lengkap

Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat merupakan nama lengkap dari RA Kartini. Beliau lahir pada 21 April tahun 1879 di Jepara, Jawa Tengah. Ayahnya bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, seorang bupati Jepara. Kartini merupakan keturunan ningrat.

Sudah banyak biografi pahlawan wanita berpengaruh di Indonesia bahkan dunia yang satu ini. Ibu Kartini menjadi salah satu tokoh pahlawan wanita yang fenomenal di tanah Jawa tepatnya berasal dari Jawa Tengah.

Beliau menjadi saksi perjuangan melalui tulisannya akan kritik penyetaraan gender, nasionalisme dan mengunggah hingga ke negeri Belanda. Surat-surat yang beliau buat untuk sahabat di Belanda dirangkum Armijn Pane dalam sebuah buku dengan berjudul ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’.

Selengkapnya tentang biografi RA. Kartini.

Ki Hajar Dewantoro Bapak Pendidikan Indonesia

Profil & Biodata Ki Hajar Dewantara Lengkap

Profil & Biodata Ki Hajar Dewantara Lengkap

Ki Hajar Dewantara atau dikenal dengan Bapak Pendidikan Indonesia memiliki nama asli R.M. Suwardi Suryaningrat. Beliau lahir di Yogyakarta 2 Mei 1989 dan wafat pada 26 April 1959. Ki Hajar Dewantara merupakan keturunan Keraton Yogyakarta, akan tetapi, dia mengganti namanya tanpa gelar supaya dapat diterima dengan rakyat.

Semasa muda, beliau aktif sebagai wartawan di beberapa surat kabar. Ki Hajar Dewantara merupakan seorang penulis yang handal dan tulisannya mampu membangkitkan semangat rakyat Indonesia terhadap penjajahan.

Beliau menulis tulisan dengan judul “Seandainya Aku Seorang Belanda”. Akibat dari tulisan tersebut, beliau dijatuhi hukuman pengasingan di Belanda. Hukuman ini pun dimanfaatkan untuk mendalami masalah pendidikan. Setelah kembali ke Indonesia, beliau memfokuskan perjuangan melalui pendidikan dengan mendirikan Perguruan Taman Siswa, tahun 1922.

Sekolah ini digunakan sebagia wadah untuk menanamkan rasa kebangsaan kepada anak didik. Ajaran dari Ki Hajar Dewantara yang terkenal yaitu Ing Ngarsa Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karsa, serta Tut Wuri Handayani. Semua informasi ini terdapat di biografi Ki Hajar Dewantara.

Selengkapnya tentang biografi Ki Hajar Dewantara.

Cut Nyak Dien Pahlawan Nasional Wanita

Profil dan Biodata Cut Nyak Dien Lengkap

Profil dan Biodata Cut Nyak Dien Lengkap

Cut Nyak Dien merupakan Pahlawan Nasional wanita Indonesia yang berasal dari Aceh. Beliau lahir pada tahun 1848 dari keluarga bangsawan yang agamis di Aceh Besar dan keturunan langsung Sultan Aceh. Pada usianya menginjak 12 tahun, beliau dinikahkan dengan Teuku Cek Ibrahim Lamnga pada tahun 1862 yang juga berasal dari keluarga bangsawan yang tercatat dalam biografi pahlawan.

Pada Perang Aceh meluas tanggal 26 maret 1873, ayah dan suami Cut Nyak Dien memimpin perang melawan Belanda yang memiliki persenjataan lebih lengkap dan modern. Setelah bertahun-tahun melawan Belanda, pasukannya terdesak dan akhirnya memutuskan untuk mengungsi ke daerah yang lebih terpencil.

Selengkapnya tentang biografi Cut Nyak Dien.

Supomo Arsitek UUD 1945

biografi pahlawan seopomo

biografi pahlawan seopomo

Prof. Mr. Dr. Soepomo merupakan seorang pahlawan nasional Indonesia yang dikenal sebagai arsitek UUD 1945. Beliau lahir pada tanggal 22 Januari 1903 di Sukoharjo, Jawa Tengah. Beliau berasal dari keluarga priyayi dan beruntung memiliki kesempatan mengenyam pendidikan hingga bangku kuliah. Menteri Kehakiman pertama di Indonesia ini berkesempatan melanjutkan pendidikan ke Leiden University di Belanda tahun 1924.

Berdasarkan biografi pahlawan, sidang BPUPKI pada tanggal 31 Mei 1945, Dr. Soepomo mengajukan dasar negara Indonesia merdeka yang terdiri dari: (1) Persatuan, (2) Kekeluargaan, (3) Keseimbangan lahir-batin, (4) Musyawarah, dan (5) Keadilan sosial.

Beliau kemudian menjadi ketua panitia kecil perancang UUD yang bertugas merancang dan menyempurnakan naskah UUD yang merupakan hasil rancangan dasar negara Indonesia yang dikenal dengan nama Piagam Jakarta yang dirumuskan pada tanggal 22 Juni 1945.

Pada tanggal 12 September 1958, beliau meninggal akibat serangan jantung di Jakarta. Jenazahnya pun dikebumikan di pemakaman keluarga kampung Yosoroto Solo.

Sudirman Pahlawan Revolusi Nasional Indonesia

Profil & Biodata Jenderal Sudirman Lengkap

Profil & Biodata Jenderal Sudirman Lengkap

Soedirman lahir di Purbalingga, Jawa Tengah tanggal 24 Januari tahun 1916. Beliau berasal dari keluarga sederhana. Pada zaman Jepang , beliau bergabung dengan tentara Pembela Tanah Air di Bogor. Setelah Indonesia merdeka, beliau berhasil merebut senjata pasukan Jepang di Banyumas dan dituliskan perjuangannya di biografi pahlawan.

Beliau terpilih menjadi Panglima TNI, pada Perang Palagan Ambarawa melawan pasukan Inggris dan NICA Belanda tahun 1945 adalah perang besar pertama yang beliau pimpin. Beliau berhasil memperoleh kemenangan pada pertempuran ini, kemudian Presiden Soekarno melantiknya sebagai Jenderal.

Jenderal Soedirman merupakan salah seorang Pahlawan Revolusi Nasional Indonesia. Pada usia 31 tahun, beliau telah menjadi seorang jenderal. Beliau dikenal sebagai pejuang yang gigih, meskipun beliau sedang menderita penyakit paru-paru parah, beliau tetap berjuang dan bergerilya bersama para prajuritnya untuk melawan tentara Belanda pada Agresi Militer II.

Beliau meninggal pada tanggal 29 Januari 1950 karena penyakit tuberkulosis yang parah. Jenazah beliau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara di Semaki, Yogyakarta. Di tahun 1997, beliau dianugerahi sebuah gelar sebagai Jenderal Besar Anumerta dengan bintang lima.

Selengkapnya tentang biografi Jendral Sudirman.

Pageran Diponegoro Pahlawan dan Tokoh Agama di Indonesia

biografi pahlawan pangeran diponegoro

biografi pahlawan pangeran diponegoro

Pangeran Diponegoro merupakan putra sulung Hamengkubuwana III. Beliau lahir pada 11 November tahun 1785 di Yogyakarta. Pangeran Diponegoro memiliki nama kecil yaitu Bendoro Raden Mas Ontowiryo. Akibat beliau menyadari kedudukannya sebagai putra seorang selir, beliau menolak keinginan ayahnya untuk mengangkatnya menjadi Raja. Beliau menolak mengingat ibunya bukanlah permaisuri.

Beliau lebih tertarik pada kehidupan keagamaan dan merakyat sehingga beliau lebih suka tinggal di Tegalrejo tempat tinggal eyang buyut putrinya, yaitu permaisuri dari HB I Ratu Ageng Tegalrejo daripada di keraton.

Pemberontakan Diponogoro terhadap keraton dimulai sejak kepemimpinan Hamengkubuwana V (1822), saat itu beliau menjadi salah satu anggota perwalian yang mendampingi Hamengkubuwana V yang baru berusia 3 tahun, sedangkan pemerintahan saat itu dipegang oleh Patih Danurejo bersama Residen Belanda. Cara perwalian yang seperti itu tidak disetujui oleh Diponegoro.

Muhammad Hatta Pejuang Kemerdekaan

Profil dan Biodata Mohammad Hatta Lengkap

Profil dan Biodata Mohammad Hatta Lengkap

Mohammad Hatta atau biasa dikenal dengan nama Bung Hatta, beliau lahir pada tanggal 12 Agustus 1902 di Bukittinggi. Ayah beliau yaitu Haji Mohammad Djamil dan meninggal ketika Hatta berusia delapan bulan. Sejak duduk di MULO, beliau telah tertarik pada pergerakan. Pada tahun 1916, mulai timbul beberapa perkumpulan pemuda seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Minahasa. dan Jong Ambon.

Pada awal bulan Agustus 1945, dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia pengganti Panitia Penyidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, dengan Bapak Soekamo menjabat sebagai Ketua dan Bapak Mohammad Hatta sebagai Wakil Ketua.

Pada 16 Agustus 1945 malam, para Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mempersiapkan proklamasi dalam rapat di rumah Admiral Maeda dengan alamat JI Imam Bonjol, yang berakhir pada pukul 03.00 pagi di keesokan harinya.

Pada tanggal 17 Agustus 1945, diproklamasikan Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno dan Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia, pada jam 10.00 pagi di Jalan Pengangsaan Timur 56 Jakarta. Pada tanggal 18 Agustus 1945, Ir. Soekarno diangkat menjadi sebagai Presiden Republik Indonesia dan Drs. Mohammad Hatta diangkat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.

Selengkapnya tentang biografi Mohammad Hatta (Bung Hatta).

Imam Bonjol Pemimpin Perang Padri

biografi pahlawan imam bonjol

biografi pahlawan imam bonjol

Tuanku Imam Bonjol lahir di Bonjol pada tahun 1772 dengan nama asli Muhammad Shahab. Beliau lahir dari pasangan Bayanuddin dan Hamatun. Beliau lahir di Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat dan beliau wafat dalam pengasingan dan dimakamkan di Lotak, Pineleng, Minahasa pada 6 November 1864, beliau merupakan salah seorang ulama, pemimpin yang berperang melawan Belanda yaitu pada perang Padri pada tahun 1803-1838.

Ayah beliau merupakan seorang alim ulama dari Sungai Rimbang. Beliau belajar agama di Aceh pada tahun 1800-1802, beliau mendapat gelar Malin Basa.

Tuanku Imam Bonjol merupakan pemimpin dari Perang Padri. Perang ini yaitu peperangan yang terjadi akibat pertentangan dalam masalah agama sebelum berubah menjadi peperangan melawan penjajahan.

Beliau merupakan seorang ulama dan pemimpin masyarakat setempat. Dalam biografi pahlawandituliskan, jika beliau memperoleh beberapa gelar yaitu Peto Syarif, Malin Basa, dan Tuanku Imam. Beliau sendiri akhirnya lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Tuanku Imam Bonjol.

Pattimura Panglima Perang Melawan Penjajah

biografi pahlawan pattimura

biografi pahlawan pattimura

Pattimura lahir pada tanggal 8 Juni 1783 dari ayah beliau yaitu Frans Matulesi dan Ibu Fransina Silahoi. Beliau merupakan pahlawan yang berjuang untuk Maluku melawan VOC Belanda. Sebelumnya beliau adalah mantan sersan di militer Inggris.

Pada tahun 1816, pasukan Inggris bertekuk lutut kepada Belanda. Kedatangan kembali kolonial Belanda pada tahun 1817 mendapat tantangan keras dari seluruh rakyat. Hal ini dikarenakan kondisi ekonomi, politik dan hubungan kemasyarakatan di Indonesia yang buruk selama dua abad.

Sebagai panglima dari perang, Pattimura bertugas mengatur strategi perang bersama dengan pembantunya. Dalam perjuangan menentang penjajah Belanda, beliau juga menggalang persatuan dengan kerajaan Ternate dan Tidore, raja raja besar di Bali, Sulawesi dan Jawa. Perang Pattimura hanya dapat diberhentikan dengan politik adu domba, adanya tipu muslihat dan bumi hangus oleh Belanda. Di Saparua, beliau dipilih oleh rakyat untuk memimpin perlawanan.

Oleh sebab itu, beliau pun dinobatkan bergelar Kapitan Pattimura. Pada 16 Mei 1817, terjadi pertempuran yang luar biasa. Rakyat dari Saparua di bawah kepemimpinan Kapitan Pattimura tersebut dapat berhasil merebut benteng Duurstede. Semua tentara Belanda yang ada dalam benteng tersebut semuanya tewas. Para tokoh-tokoh pejuang akhirnya ditangkap dan mengakhiri pengabdiannya di tiang gantungan pada tanggal 16 Desember 1817 di kota Ambon.

Demikian biografi pahlawan yang dapat kita pelajari, untuk semakin mengenal kehidupan para pahlawan yang sudah banyak berjasa bagi negara kita. Menghargai dan melanjutkan perjuangannya adalah balasan terbaik yang bisa kita lakukan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.