cara menonaktifkan kepesertaan bpjs kesehatan

Cara Menonaktifkan BPJS Kesehatan – Memangnya Bisa? Ini Jawabannya!

Cara Menonaktifkan BPJS Kesehatan – Banyak orang yang bertanya-tanya, apakah bisa untuk menonaktifkan / berhenti / keluar dari peserta BPJS kesehatan?

Orang-orang yang berniat untuk memberhentikan kepesertaannya, biasanya karena merasa rugi karena membayar iuran tiap bulan, tetapi tidak menggunakan hak mendapatkan pelayanan kesehatannya tiap bulan. Ada juga yang menonaktifkan kepesertaannya karena mengeluhkan pelayanan yang diberikan faskes BPJS, ribetnya berobat dengan BPJS, dll.

Sebetulnya, bila kemudian alasan menghentikan kepesertaan BPJS karena pelayanan faskes yang kurang maksimal, Anda bisa mengubah faskes ke faskes yang sekiranya lebih baik menurut penilaian Anda. Bila ingin mengubah faskes, Anda bisa membaca artikel ini: Cara Pindah Faskes Online & Offline.


Berbagai pertanyaan muncul kemudian; apakah memang bisa menonaktifkan kepesertaan BPJS kesehatan?; Apakah bisa keluar dari BPJS? Apakah bisa berhenti dari BPJS?–dan pertanyaan lainnya.

Untuk menjawab semua itu, izinkan kami menjawabnya dengan jawaban singkat: ‘BISA’. Ya, bisa dalam tanda kutip.

Status kepesertaan BPJS bersifat wajib bagi seluruh warga negara Indonesia. Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah–dan dukungan kita- terhadap program JKN yang bertujuan untuk memberikan jaminan kesehatan pada setiap warga negara.

Terutama, jaminan kesehatan untuk masyarakat yang ‘sangat membutuhkan’, karena BPJS menerapkan sistem iuran gotong royong. Maka dari itu, JKN merupakan lembaga atau perusahaan nirlaba yang bergerak di bidang sosial.

Karena sifatnya yang wajib itulah maka, status kepesertaan BPJS tidak bisa keluar atau berhenti. Terkecuali bila pemilik kartu BPJS meninggal dunia, maka status kepesertaannya dihapus dan otomatis berhenti; itu pun anggota keluarga yang bersangkutan harus melaporkan anggota keluarganya supaya tidak ada iuran menunggak–atau terus bayar iuran tapi tidak akan mungkin dipakai lagi.

Untuk melaporkan anggota keluarga yang meninggal, bisa dengan melampirkan surat kematian dari kelurahan setempat beserta dengan kartu BPJSnya.

Menonaktifkan Kepesertaan BPJS Peserta yang Masih Hidup

Berdasarkan uraian di atas, hampir mustahil untuk menonaktifkan kepesertaan BPJS kesehatan. Namun, bila kemudian Anda tidak lagi ingin menggunakan layanan kesehatan BPJS, Anda bisa untuk tidak membayar iuran BPJS bulanan.

Hal yang perlu digarisbawahi yaitu, menghentikan pembayaran iuran BPJS tidak akan membuat Anda dikeluarkan dari database BPJS, melainkan kepesertaan Anda akan dinonaktifkan sementara karena ada penunggakan pembayaran iuran bulanan.

Tapi hal tersebut seharusnya tidak jadi masalah karena Anda memang berniat untuk berhenti menggunakan layanan kesehatan BPJS, bukan?

Lalu, adakah cara formal untuk menghentikan kepesertaan BPJS Kesehatan? Jawabannya: Ada.

Yakni:

  • Meninggal
  • Pindah Kewarganegaraan

Ingin Tetap Ikut BPJS tapi Iuran Bulanan Ditanggung Pemerintah?

Beberapa alasan lain kenapa ada yang ingin menonaktifkan BPJS kesehatan adalah kondisi ekonomi yang sedang buruk; entah karena kena PHK, usaha pailit, dll. Bila kemudian itu yang menjadi masalah, maka Anda bisa pindah kepesertaan BPJS ke PBI (Penerima Bantuan Iuran). Ketika sudah pindah kepesertaan menjadi PBI, iuran bulanan Anda akan ditanggung oleh pemerintah.

Tags:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.