TIBUKU

aku membaca maka aku ada

img
Home / Islam / Doa untuk Menyadarkan Orang Tua Agar Hati Lembut & Mau Mendengarkan Kita

Doa untuk Menyadarkan Orang Tua Agar Hati Lembut & Mau Mendengarkan Kita

597 Views

Doa untuk Menyadarkan Orang Tua – Akses informasi di zaman orang tua kita sangatlah berbeda dengan hari ini. Maka wajar bila pemahaman orang tua kita terhadap agama, zaman, dan apapun saja sangat kolot. Ini tentu harus kita maklumi.

Tidak sedikit anak yang jengkel pada orang tuanya karena dipaksa untuk menjadi apa yang mereka inginkan. Misalnya anak dipaksa untuk menjadi PNS, padahal passionnya ada di dunia tarik suara. Zaman dahulu, menjadi PNS memanglah otomatis meninggikan derajat dan banyak uang, tapi zaman now tidak. Orang yang berkarya dan mengupload karyanya lewat youtube, misalnya, bisa jadi lebih kaya daripada PNS. Dan itu terjadi hari ini.

Anak dipaksa untuk kuliah jurusan elektro, padahal bakatnya ada di jurusan pertanian. Alhasil, tidak sedikit yang kuliahnya jadi asal-asalan. Apa ini terjadi padamu?

Atau dalam soal agama. Ketika, misalnya, orang tua kita tidak bisa shalat, jangan langsung kita ceramahi mereka dengan dalil-dalil yang kita hafal dari pengajian youtube! Kita harus instrospeksi terlebih dahulu bahwa ‘Oh, ya, di zaman mereka pengajian itu sulit. Jangankan youtube dan segala kemudahannya, penerangan saja pesimis seperti sekarang’.

Dan masih banyak hal-hal lainnya.

Lantas bagaimana cara kita menyadarkan orang tua, agar paham bahwa dunia sudah berbeda dengan apa yang mereka ketahui dahulu? Jawabannya adalah sering mendoakan mereka sebab bukan kitalah yang memegang kendali atas hati, melainkan Allah saja.

Doa untuk Menyadarkan Orang Tua

Banyak yang mencari doa khusus untuk menyadarkan orang tua, baik itu menyadarkannya agar shalat atau lainnya. Kita lupa kalau Allah itu Maha mendengar dan Maha mengerti. Jadi sebetulnya, mau kita berdoa pake bahasa Indonesia pun tidak masalah. Misalnya,

“Ya Allah, dengan keMaha kuasaanMu, aku meminta agar hati orang tuaku Kau lembutkan, sehingga bisa lebih terbuka menerima pendapatku terhadap diri dan masa depanku. Aku meminta padaMu dengan segala kekurangan pengetahuanku dan sadar bahwa Engkau lebih mengetahui apa yang paling baik untuk hamba. Tetapi hamba mohon Engkau bukakan jalan musyawarah antara aku dan orang tuaku.”

“Ya Allah, Engkaulah yang membolak-balikkan hati. Betapa tiada sesuatu apapun yang bisa hamba lakukan melainkan karena kehendakMu, tiada satu peristiwa pun di dunia ini yang terjadi, selain Engkau rencanakan. Engkau Maha Tau, ya Rabb, bahwa orang tua hamba sampai hari ini belum shalat. Maka Engkau sebagai pemilik hatinya, bukakan pintu kemaafan untuk mereka, dan mampukan hamba untuk menjadi sebab hidayah bagi mereka.”

dll.

Kesimpulan

Sebesar apapun kejengkelan kita pada orang tua, kita jangan pernah lupa kalau merekalah yang membuat kita bisa sampai pada titik ini, hari ini; pada titik di mana (sepertinya) kita lebih paham atas segala sesuatu dibandingkan mereka.

Hati-hati terjebak dalam kesombongan dan kedurhakaan. Orang tua tetaplah orang tua; mereka menginginkan hal terbaik untuk kita. Bila ada perbedaan pendapat sedikit, usahakan agar kita menahan diri dari membentak mereka dan menempuh jalan langit (mendoakan orang tua agar sadar), bukan meninggikan suara lalu menyampaikan apa yang kita anggap benar sendiri.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

It is main inner container footer text