TIBUKU

aku membaca maka aku ada

img
Home / Inspirasi / √ Kata-kata Ir. Soekarno Presiden Pertama Indonesia – Quotes Bung Karno Terbaik

√ Kata-kata Ir. Soekarno Presiden Pertama Indonesia – Quotes Bung Karno Terbaik

67 Views

Kata-kata Ir. Soekarno – Ir. Soekarno atau yang akrab disapa Bung Karno, adalah Bapak Proklamator Indonesia, presiden pertama Indonesia, sekaligus seorang orator ulung yang kehebatannya telah diakui bahkan di dunia internasional.

Retorika ketika memberikan pidato, diksi yang dipilih ketika berkata-kata, selalu memukau siapapun yang mendengarkannya. Dari generasi ke generasi, Ir. Soekarno memberikan inspirasi dari setiap kata-kata yang terlontar dari mulutnya.

Untuk itu, tibuku mencoba mengkompilasi kata-kata Ir. Soekarno yang bisa membuat hidup kita termotivasi, pikiran kita lebih jernih, dan lebih bersemangat.

Note: bagi pembaca sekalian yang tertarik untuk mejadikan quotes Ir. Soekarno sebagai caption instagram, status, facebook, atau lainnya. Monggo.

Kata-kata Ir. Soekarno – Quotes Bung Karno Terbaik

Kata-kata Ir. Soekarno - Quotes Bung Karno Terbaik
Kata-kata Ir. Soekarno – Quotes Bung Karno Terbaik

1. Hanya Kita yang Mampu Merubah Nasib Kita Sendiri

“Tuhan menciptakan bangsa untuk maju melawan kebohongan elit atas, hanya bangsanya sendiri yang mampu merubah nasib negerinya sendiri.”

Tidak akan berubah suatu bangsa kecuali penduduknya sadar diri. Karena perubahan diawali oleh diri sendiri. Untuk itulah, untuk menjadikan Indonesia yang sejahtera, perlu dimulai dari aset bangsa paling kecil, yakni keluarga. Jadikan keluarga kita keluarga yang bermental pejuang untuk Indonesia makmur.

2. Kitalah yang Seharusnya Mengolah Kekayaan Alam Indonesia

“Aku tinggalkan Kekayaan alam Indonesia, biar semua negara besar dunia iri dengan Indonesia, dan aku tinggalkan hingga bangsa Indonesia sendiri yang mengolahnya.”

Akan tetapi, hingga kini kekayaan alam Indonesia diolah oleh produk – produk asing nan kapitalis. Ini tetntu berlawanan dengan pesan dari Ir. Soekarno, atau lebih tepatnya harapan.

3. Tetaplah Bersemangat, Masa Depan Cerah Menanti

“Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup dimasa pancaroba. Jadi tetaplah bersemangat elang rajawali.”

Bersabar dalam menghadapi segala rintangan akan membentuk suatu tindakan dan jati diri bangsa. Masa depan cerah menanti bagi siapa saja yang tetap bersemangat meraih mimpi.

4. Mutiara Ada di Lautan Terdalam

“Barangsiapa ingin mutiara, harus berani terjun di lautan yang dalam.”

Jikalau menginginkan sesuatu yang lebih harus disertai usaha yang lebih pula dalam memperolehnya. Karena usaha tidak akan mengkhianati hasil. Ibarat mutiara terbaik akan kamu temui di dasar lautan yang paling dalam.

5. Ciri Bangsa yang Besar

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.”

Karena dengan mengingat jasa para pahlawan, secara tidak langsung kita belajar dari sejarah. Mengoreksi apa yang harus dikoreksi, melanjutkan apa yang harus dilanjutkan, demi menjadikan Indonesia negara yang makmur.

6. Laki-laki dan Perempuan; Dua Sayap Burung

“Laki-laki dan perempuan adalah seperti dua sayap dari seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; Jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.”

Karena diciptakannya dua sejoli laki – laki dan wanita bertujuan untuk saling melengkapi, dan saling menyayangi bukan untuk menyakiti. Bila keduanya telah seimbang dan saling menyeimbangkan, maka tujuan sejauh apapun akan bisa ditempuh. Barangkali itulah maksud perkataan bijak Ir. Soekarno ini.

7. Beri Aku 10 Pemuda!

“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.”

Kata-kata Ir. Soekarno yang nampaknya paling sering diteriakkan. Memang, pemuda adalah pemilik jiwa api yang meletup-letup, tidak heran kenapa Bung Karno berani ‘menggertak’ akan mengguncangkan dunia hanya dengan 10 pemuda.

8. Merdeka Hanyalah Sebuah Jembatan

“Merdeka hanyalah sebuah jembatan, walaupun jembatan emas, di seberang jembatan itu jalan pecah dua: satu ke dunia sama rata sama rasa, satu ke dunia sama ratap sama tangis!”

Merdeka saja belum cukup. Sebab merdeka hanya mengantarkan kita pada kehidupan yang baru. Yang lebih penting dari itu adalah, apa yang akan kita lakukan setelah merdeka?; dahulu Ir. Soekarno sudah mengisyaratkan, bahwa setelah merdeka akan ada dua kemungkinan untuk kita, tinggal pilih.

9. Perjuanganmu Lebih Sulit Karena Melawan Bangsamu Sendiri

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”

Dahulu para pahwalan melawan musuh yang jelas pangkal dan ujungnya; dari mulai niat, gelagat, maupun perbuatannya; dari mulai bentuk muka, asal negara, sampai bahasa. Maka mudah sekali membedakan, mudah sekali untuk tidak setengah-setengah melawan. Tetapi hari ini berbeda, yang kita lawan adalah bangsa kita sendiri.

10. Apakah Kelemahan Kita adalah Kurang Percaya Diri?

“Apakah kelemahan kita adalah kurang percaya diri sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri dan kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah rakyat gotong royong.”

Bangsa Indonesia besar karena rasa kekeluargaan dan kegotong royongan yang ditimbulkan, bukan bangsa yang lemah dalam meratapi keadaan.

11. Deritaku adalah Sebuah Kesaksian

“Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian bahwa kekuasaan seorang Presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanya kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah Kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.”

Sebaik – baiknya manusia tidak ada yang sempurna, begitu pula pemimpin hebat suatu bangsa sekalipun. Pemimpin suatu bangsa bukanlah penguasa atas rakyatnya. Karena sejatinya penguasa hanyalah milik Tuhan semata.

12. Kita Bangsa Besar. Kita Bukan Pengemis!

“Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bestik tapi budak.”

Merdeka lebih penting dari segalanya. Sebab dengan itu kita bebas menentukan nasib kita sendiri. Berbeda bila kita tidak merdeka, kita akan terus-terusan ditindas, terus-terusan dimanfaatkan.

13. Yang Tidak Akan Bertemu Kemajuan

“Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.”

Rasa malu dan takut untuk berbuat baik, seringkali menjadi penghambat seseorang untuk melangkah maju. Maka, nasehat Ir. Soekarno dari kata-kata di atas adalah; cobalah untuk berani!

14. Belajar dan Berpikir Harus Seimbang

“Belajar tanpa berpikir itu tidaklah berguna, tapi berpikir tanpa belajar itu sangatlah berbahaya!”

Berpikir adalah proses menghubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain tanpa batasan apapun, maka berbahaya bila dilakukan tanpa ilmu yang jelas. Ilmu yang jelas didapatkan dari belajar. Seimbangkanlah keduanya agar menjadi manusia yang bijak bestari.

15. Tidak Perlu Memberitahu Orang Lain Kalau Kita Orang Baik

“Bunga mawar tidak mempropagandakan harum semerbaknya, dengan sendirinya harum semerbaknya itu tersebar di sekelilingnya.”

Orang baik tidak perlu menjelaskan dirinya baik, sebab kebaikannya akan terlihat dari perbuatannya, dan dari manfaat yang dirasakan orang-orang sekelilingnya.

16. Yang Lebih Aku Suka

“Aku lebih suka lukisan samudra yang gelombangnya menggebu-gebu daripada lukisan sawah yang adem ayem tentram.”

Gelombang diibaratkan sebagai jiwa manusia yang bergolak untuk selalu terus bergerak, dibandingkan sawah yang menggambarkan sesuatu yang diam. Kata-kata Ir. Soekarno ini sebagai gambaran, betapa semangat beliau untuk maju sangatlah tinggi.

17. Gantungkan Cita-citamu Setinggi Langit!

“Gantungkan cita-cita mu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.”

Ini juga salah satu quotes Ir. Soekarno yang sering dipakai para motivator ketika memotivasi audiensnya. Makanya adalah, ketika cita-cita kita tinggi, semangat kita juga akan mengimbanginya. Maka ketika impian itu tidak kita capai, setidaknya kita telah bersemangat dan mencapai tingkatan lebih tinggi dari mereka yang tidak bersemangat sama sekali.

18. Indonesia Bukan Milik Satu Golongan Saja!

“Negeri ini, Republik Indonesia, bukanlah milik suatu golongan, bukan milik suatu agama, bukan milik suatu kelompok etnis, bukan juga milik suatu adat-istiadat tertentu, tapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!”

Kemerdekaan Indonesia tidak diperjuangan oleh satu golongan saja, tidak oleh darah, keringan, dan air mata satu golongan saja. Maka sudah sepatutnya kita bersatu, karena Indonesia milik bersama.

19. Rakyat adalah Jiwaku

 “Aku ini bukan apa-apa kalau tanpa rakyat. Aku besar karena rakyat, berjuang karena rakyat, dan aku penyambung lidah rakyat.

Siapapun pemimpin, dia berasal dari rakyat. Oleh rakyatlah dia dipilih. Maka selanjutnya adalah berjuang demi rakyat. Dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat.

20. Lebih Baik Gunduli Saja Kepalanya

“Kalau pemuda sudah berumur 21-22 tahun sama sekali tidak berjuang, tak bercita-cita, tak bergiat untuk tanah air dan bangsa, pemuda begini baiknya digunduli saja kepalanya.”

Berjuang demi bangsa adalah hal yang wajib. Apalagi bagi pemuda yang bergejolak jiwanya. Harus melakukan sebuah tindakan atas perubahan ke arah yang lebih baik. Kalau masih tidak ada sepercik apipun di dalam hati untuk berjuang demi bangsa, kata Ir. Soekarno, gunduli saja kepalanya.

21. Pancasila Anak Bumi Indonesia

“Aku tidak mengatakan, bahwa aku menciptakan Pancasila. Apa yang kukerjakan hanyalah menggali jauh ke dalam bumi kami, tradisi-tradisi kami sendiri, dan aku menemukan lima butir mutiara yang indah.”

Pancasila lahir dari rahim tanah air Indonesia yang beranekaragam. Bukan dari pemikiran singkat saja. Kita, generasi bangsa, harus bangga mempunyai ideologi yang bisa merangkul semuanya.

22. Hidup untuk Tanah Air dan Bangsa

“Jikalau aku misalnya diberikan dua hidup oleh Tuhan, dua hidup ini pun akan aku persembahkan kepada tanah air dan bangsa.”

Seorang pemimpin bangsa harus bisa mengalihbentukkan kehidupan yang Tuhan berikan padanya dengan baik, dengan adil, dengan bijaksana.

23. Indonesia adalah Kapal Persatuan

“Entah bagaimana tercapainya persatuan itu, entah bagaimana rupanya persatuan itu, akan tetapi kapal yang membawa kita ke Indonesia Merdeka itulah Kapal Persatuan adanya.”

Kala itu, Ir. Soekarno dan pahlawan lainnya tidak tahu bentuk dari sebuah persatuan, hanya saja mereka tahu, untuk mengetahui bentuk dari persatuan, mereka harus merdeka terlebih dahulu.

24. Rasa Kebangsaan yang Sehat

“Dari sudut positif, kita tidak bisa membangunkan kultur kepribadian kita dengan sebaik-baiknya kalau tidak ada rasa kebangsaaan yang sehat.”

Pribadi Indonesia lahir dari kemajemukan budaya yang ada di dalamnya. Tidak akan tercipta suatu kepribadian bangsa yang baik, bila dalam dirinya tidak ada rasa kebangsaan yang sehat.

25. Gotong Royong adalah Usaha

“Kekeluargaan adalah suatu faham yang statis, tetapi gotong-royong menggambarkan satu usaha, satu amal, satu pekerjaan, yang dinamakan anggota terhormat Soekardjo satu karyo, satu gawe.”

Dengan bergotong royong, kita bergerak, dengan bergerak kita berjuang.

Video Kata-kata Soekarno

Kata-kata Bung Karno Mana yang Kalian Sukai?

Quotes Soekarno
Quotes Soekarno

Dari 25 kata-kata Ir. Soekarno di atas, manakah yang bisa membuatmu bergelora? Share di bawah ya! Semoga kata-kata singkat kompilasi tibuku ini sedikit banyak mengobati kerinduan kita akan bangsa yang berdaulat, bersatu padu, dan bangsa yang kuat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

It is main inner container footer text