TIBUKU

aku membaca maka aku ada

img
Home / Inspirasi / √ Kumpulan Quotes Boy Candra Terbaik – Kata Kutipan Boy Candra

√ Kumpulan Quotes Boy Candra Terbaik – Kata Kutipan Boy Candra

321 Views

Quotes Boy Candra – Boy Candra adalah salah satu penulis yang sukses mengambil hati para pembacanya lewat 14 buku novel yang sebagian besarnya best-seller. Tentu bagi seorang penulis, jalan pertama agar dikenal dan memberikan pengaruh besar bagi orang banyak adalah: membuat kata-kata yang indah, sehingga kualitas buku semakin baik di mata pembaca.

Boy Candra melakukannya. Penulis dengan followers instagram 929k (di 18 Oktober 2018) ini, menjadi maestro aksara baru yang dipuja banyak orang. Quotes-quotes yang dinukil dari bukunya bertebaran di media sosial; dijadikan status facebook, caption IG, status whatsapp, dibubuhkan di kartu ucapan selamat, dll.

Mengingat keberhasilan Boy Candra merintis kariernya, kami tidak ingin duduk diam memerhatikan saja. Sebagai situs yang sangat peduli dan cinta pada penulis-penulis berbakat Indonesia, tibuku mencoba mengkompilasi kata-kata Boy Candra terbaik yang tersebar di berbagai media, sekaligus membubuhkan beberapa kalimat semacam opini dari kami.

Selamat membaca. Semoga Boy Candra quotes yang tertulis di sini bisa memberikan inspirasi untuk kita semua! Tapi sebelum itu, mari kita kenalan singkat dengan beliau. Siapa sih Boy Candra ini?

Note: silakan bila pembaca ingin mendownload gambar quotes Boy Candra yang ada di laman ini. Silakan pula bila ingin menjadikannya foto profil & status whatsapp, menguploadnya di instagram beserta cationnya.

Biografi Singkat Boy Candra

biografi boy candra
biografi boy candra

Boy Candra adalah seorang penulis berdarah minang. Lahir di Sumatera Barat pada 21 November tahun 1989. Aktif menulis sejak tahun 2011, laki-laki yang hobi pada aksara sejak SD ini telah melahirkan 14 Novel ciamik yang sayang banget kalau tidak pernah dibaca satu pun.

Buku-buku hebat Boy Candra tidak lahir dengan kebetulan, proses panjang telah dilakoni laki-laki ‘aneh’ ini demi mencapai fame nya.

Hari ini, selain terus melahirkan buku-buku baru, Boy Candra rajin mengisi event kepenulisan di kampus-kampus, mengajak mahasiswa/i agar berani menulis apapun yang ada di pikirannya. Berbekal pengalaman jatuh bagunnya di dunia literasi, Boy Candra menginspirasi.

Akun Media Sosial Boy Candra

akun instagram, youtube, dan twitter boy candra
akun instagram, youtube, dan twitter boy candra

Beliau Boy Candra aktif bersosial media. Instagram beliau @boycandra dan twitter beliau @dsuperboy, bisa menjadi dua tempat menarik untuk mencari quotes-quotes bagus. Lumayan untuk dijadikan caption instagram.

Boy Candra juga sedikit merambah dunia youtube, dengan mengupload beberapa puisi ciptaannya yang telah dimusikalisasi. Salah satu contoh videonya di bawah ini.

Gimana, videonya? Kalau pembaca ingin lebih banyak, silakan kunjungi saja channel youtubenya Boy Candra. Tinggal klik logo youtube di pojok kanan bawah, ketika videonya jalan ya.

Buku Novel Boy Candra

buku novel boy candra
buku novel boy candra

Hingga hari ini (18 Oktober 2018), Boy Candra tercatat sudah melahirkan 14 buku novel. Sebagai berikut:

  1. Origami Hati
  2. Setelah Hujan Reda
  3. Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang
  4. Senja, Hujan, & Ceria yang Telah Usai
  5. Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu
  6. Satu hari di 2018
  7. Surat Kecil untuk Ayah
  8. Kuajak Kau ke Hutan dan Tersesat Berdua
  9. Sebuah Usaha Melupakan
  10. Pada Senja yang Membawamu Pergi
  11. Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi
  12. Jatuh dan Cinta
  13. Cinta yang Paling Rumit
  14. Malik & Elsa

Buku Novel Boy Candra mana yang sudah pernah dibaca? Pasti Sebuah Usaha Melupakan, kan? Memang, sih, itu buku yang paling meledak di antara yang lain.

Quotes Boy Candra – Kutipan Terbaik Boy Candra

quotes boy candra
quotes boy candra

1. Kita Malas Belajar, tapi Sering Merasa Lebih Tahu

“Belum mengenal, sudah menolak. Belum tahu, sudah bicara banyak. Kita kadang malas belajar, namun merasa lebih tahu dan kurang sabar.”

Kalimat tersebut merupakan nasehat Boy Candra untuk kita semua, tetapi secara khusus ditujukan kepada orang yang sudah banyak bicara dan merasa paling tahu padahal sebenarnya tidak mengetahui apa-apa.

2. Semua Sama Saja Tanpa Kamu

“Malam minggu di Surabaya ternyata sama saja dengan malam minggu di Padang: tetap gak sama kamu.”

Malam minggu erat kaitannya dengan malamnya sepasang kekasih. Tetapi bagi seseorang yang tidak punya kekasih, malam minggu di manapun akan sama saja hampanya. Kata-kata sederhana, tapi menyakitkan sekali, Boy!

3. Bertahan dan Betah Denganmu

“Masih bertahan dengan kelemahan mu. Masih betah mempelajari kelebihanmu.”

Ungkapan seseorang kepada orang yang dicintainya bahwa ia akan mencintai kelebihan maupun kelemahan orang terkasih, bagaimanapun buruknya itu. Sebab semua ditakdirkan saling melengkapi bukan? Jangan pernah merasa lebih baik, bahkan dari pasanganmu sendiri. Mempelajari kelemahan satu sama lain, adalah sebuah kunci.

4. Fokuslah pada Kehidupan Kita Masing-masing

“Sebagian teman ikut tes CPNS. Sebagian lagi lanjut pendidikan. Ada juga yang segera menikah. Ada yang sudah berkeluarga lalu berpisah. Pada akhirnya, hidup punya jalan masing-masing. Fokuslah pada apa yang menjadi alasan bahagiamu. Bukan fokus pada hidup orang lain.”

Quotes Boy Candra ini ditujukan untuk setiap kita yang masih menaruh parameter kebahagiaan di hidup orang lain. Sering kita iri pada siapapun saja yang ikut CPNS, atau melanjutkan pendidikan, atau menikah, atau apapun; tetapi lupa pada masa depan sendiri yang menunggu untuk kita capai. Tetap fokus pada jalan masing-masing. Berikan alasan kuat pada setiap jalan yang kita pilih.

5. Jangan Baper kalau Mantan Ngajak Ketemuan

“Jangan baper dulu kalau mantanmu ngajak ketemuan. Bisa saja dia mau ketemu bukan karena kangen, apalagi ngajak balikan, paling cuma ngajak gabung MLM.”

Siapapun pasti akan merasa dag-dig-dug ketika orang yang dulu pernah mengisi hati kita, tetiba saja mengajak bertemu. Di sinilah awal dari sakit hati; terlalu berekspektasi lebih. Sekan-akan mantan yang ngajak ketemuan berarti cinta yang tumbuh kembali; padahal bisa saja dia mau prospek kita untuk ikut MLM, misalnya. Maka biasakan jangan baper dulu, terlebih pada masa lalu. Yang lalu biarlah berlalu dan fokus pada masa depan.

6. Mengutamakan yang Lebih Penting

“Biarlah pelan, asal pasti. Biarlah hening, asal berisi.”

Boy Candra, di kalimat ini sedang berbicara tentang isi sebelum bungkus; yang inti sebelum pernak-perniknya; biarlah pelan asalkan tetap melangkah. Biarlah tenang dan tanpa suara, tidak banyak bicara, tapi menyimpan banyak ide di otaknya.

7. Datang dan Pergi

“Kalau kau percaya seleksi alam itu ada. Harusnya tidak perlu takut ditinggalkan. Tidak perlu takut dilepaskan dan dilupakan. Setiap ada yang pergi akan selalu ada yang datang.”

Tidak perlu terlalu takut tentang seseorang yang pergi, sebab memang dia hadir dalam hidupmu bukan untuk menetap sebagai kebahagiaan, melainkan pergi dan meninggalkan pelajaran. Tenang saja, untuk setiap yang pergi, akan selalu ada yang datang. Begitulah hukum alam.

8.  Yang Tidak Disangka-sangka Sebelumnya

“Ada yang bertengkar seolah tidak akan bersama lagi, tapi berakhir dengan tetap saling memeluk. Ada yang terlihat baik-baik saja. Manis sekali. Diam-diam atur rencana. Lalu menghilang tiba-tiba.”

Seringkali kita menilai dan memprediksi sesuatu berdasarkan apa yang terlihat saja, bukan pada yang tersembunyi di dalam hati. Banyak pasangan yang bertengkar, justru untuk mengeluarkan segala macam penat sampai habis dan menyisakan cinta sama sekali. Sepertihalnya banyak juga pasangan yang terlihat baik-baik saja, padahal itu adalah kamuflase untuk menyembunyikan yang ada di dalam hati.

9. Yang Diciptakan untuk Dilupakan

“Kadang orang yang kita cintai memang diciptakan untuk dilupakan.”

Tidak semua orang menemukan cintanya berakhir dengan bahagia dan saling memiliki. Ada kalanya kita dipertemukan dengan orang yang dicintai hanya untuk dilupakan dan mengambil hikmah dari semua yang telah terjadi.

10. Yang Terlalu Posesif

“Ngasih kabar emang sebentar, tapi saat dikabari kamu malah butuh berjam-jam untuk balas-balasan pesan, ngobrol, padahal dia lagi kerja dan butuh fokus pada pekerjaannya. Kalau diabaikan, kamu marah.”

Jangan terlalu posesif pada sang kekasih, terlebih saat ia sedang bekerja. Cukup dukung dia dan dia akan membalasmu dengan kasih sayang yang tiada tara karena dukungan yang selalu diberikan.

11. Yang Menghakimimu

“Makin hari, kita seolah tak boleh jadi orang bodoh. Tidak boleh melakukan kesalahan. Semua harus sempurna. Pintar. Berkelas. Tidak boleh sedikit pun lalai. Jika melakukan kesalahan, dan keliru, bisa saja orang entah dari penjuru bumi mana nimbrung menghakimimu.”

Dalam quotes ini, Boy Candra seolang mengatakan pengalamannya sebagai public figure yang selalu dituntut sempurna. Kata-kata ini keluar untuk memberi tahu bahwa, jangan sering menghakimi orang tanpa pengetahuan yang jelas. Karena setiap manusia tidak ada yang sempurna.

12. Bekerja Keras pada Pekerjaan yang Kamu Sukai

“Mana ada kehidupan yang enak tanpa kerja keras? Sesungguhnya kenikmatan hidup itu terletak pada kerja keras dari pekerjaan yang kamu sukai. Garis bawahi, pekerjaan yang kamu sukai.”

Sebuah proses akan sangat terasa nikmat bila kita benar-benar ikhlas dan sungguh-sungguh dalam melakukan. Terlebih saat mengerjakan passion atau sesuatu yang kita sukai bahkan cintai. Seperti kata Ridwan Kamil: pekerjaan paling menyenangkan di dunia adalah hobi yang dibayar.

13. Lebih Baik Introspeksi daripada Menghakimi

“Yang dulu suka ngata-ngatai fans korea (KPOP) terlalu fanatik, kini jadi orang-orang yang sama fanatiknya terhadap sesuatu. Kadang, emang lebih mudah memberi penghakiman pada orang lain, dari pada menatap diri sendiri dalam cermin.”

Terkadang kita tidak sadar, bahwa ketika kita mengata-ngatai orang lain fanatik terhadap sesuatu, sebetulnya kitalah yang fanatik terhadap ngata-ngatai orang lain. Lebih baik introspeksi diri sebelum melontarkan kalimat-kalimat tidak baik pada orang lain. Karena apa yang kita katakan adalah cerminan diri sendiri.

14. Fokuskan Energimu pada Karya

“Tanpa kau sadari. Orang yang kau sepelekan itu, kini jauh melampaui dirimu. Kau hanya banyak bicara. Kau tak menciptakan apa-apa, selain energi berapi-api yang tak berguna —hidupmu sia-sia.”

Satu lagi nasehat yang sepertinya berasal dari kehidupan Boy Candra sendiri; seakan dia sedang berbicara pada siapapun saja yang, barangkali, dahulu pernah meremehkan dirinya; tetapi sekarang Boy Candra memiliki segudang karya yang dia cipta; berbeda dengan yang menyepelekannya dahulu. Tidak bergerak kemana-mana. Maka, jangan pernah menyepelekan seseorang hanya karena merasa diri lebih baik. Ingat roda terus berputar

15. Asal Jangan Kehilangan Dirimu Sendiri

“Tak apa-apa kehilangan teman, asal jangan kehilangan dirimu sendiri. Tak apa-apa kehilangan kekasih, asal jangan kehilangan dirimu sendiri. Jangan melakukan segala hal hanya untuk diakui, lalu kau kehilangan dirimu sendiri.”

Jangan sampai rasa kehilangan terhadap sesuatu menjadikanmu lupa terhadap diri sendiri; sebab yang hilang (teman, kekasih, harta, dll) berasal dari luar dirimu, bukan dari dalam dirimu. Juga, janganlah melakukan segala sesuatu agar diakui dengan menjadi orang lain. Seperti yang dikatakan Curt Cobain, vokalis Nirvana itu, lebih baik aku dibenci karena menjadi diriku sendiri, daripada dipuji dengan menjadi orang lain. Kira-kira seperti itu.

16. Terapi Berbuat Baik

“Perbanyak ajak diri sendiri bicara. Perbanyak tatap diri sendiri. Perbanyak isi kepala sendiri. Perbanyak nasihati diri sendiri, adalah bagian dari cara mengurangi hal-hal itu dilontarkan pada orang lain, dengan cara yang tidak baik.”

Quote Boy Candra ini agak rumit; tapi kurang lebih artinya: introspeksi diri dengan melakukan perenungan dari setiap yang dilakukan dan meningkatkan kualitas diri dengan mengisi kepala sendiri. Hal itu akan menjauhkanmu dari sifat menjelek-jelekkan orang lain.

17. Seni Bersikap Bodo Amat

 “Ada beberapa hal tak perlu dijelaskan. Ada beberapa orang tak perlu ditanggapi. Hidup tidak selalu soal memberi penjelasan dan menanggapi segala hal. Beberapa hal memang hanya perlu bodo amat, karena dijelaskan dan ditanggapi pun juga tidak akan diterima. Jangan pusingkan dirimu.”

Bersikap bodo amat itu penting. Terlebih terhadap hal-hal yang tidak memerlukan penjelasan dan tidak memerlukan tanggapan. Sebab memang, seperti yang konon dikatakan oleh Ali bin Abi Thalib, “Jangan menjelaskan dirimu kepada siapapun. Sebab yang mencintaimu tidak butuh itu; dan yang membencimu tidak akan percaya sama sekali.”

18. Tetap Memperjuangkan yang Benar Walau Seorang Diri

“Yang harus diperjuangkan adalah kebaikan, bukan kerumunan. Ada orang yang berjalan sendiri, terasing, tapi tahu betul arahnya —dan itu lebih baik. Daripada sekadar melaju bersama angin ribut, hanyut dalam air keruh.”

Hari ini kita hidup di mana kebohongan dianggap sebagai sesuatu yang benar, karena terus diulang-ulang sebagai suatu kebenaran. Dan kerumunan orang mengaamiinkannya. Padahal, bila sejenak kita berpikir dan mencari tahu, kita akan sadar bahwa tidak setiap kebenaran berpihak pada kerumunan, melainkan pada seorang yang menyepi dan terus berbuat baik, tanpa mengharap sepasang mata melihatnya.

19. Ketenangan Paling Sejati

“Saat terlalu sibuk dan banyak beban pekerjaan. Aku sering berpikir ingin berhenti saja bekerja dan menikmati ketenangan sebagai kebahagiaan. Namun, aku salah, ketenangan yang didapat tanpa pekerjaan dalam waktu yang panjang bukanlah kebahagiaan.”

Kalau boleh menambahkan kata-kata Boy Candra di atas, saya ingin mengutip kata-kata dari Sabrang (dengan tambahan dari tibuku): nikmatnya tidur justru ketika kita merasa ngantuk, nikmatnya makan hadir saat kita benar-benar lapar, nikmatnya beristirahat akan benar-benar terasa saat kita merasakan lelah. Bila semua yang kita anggap sebagai nikmat, tidak didahului pekerjaan, maka itu adalah malas.

20. Doa adalah Permohonan Paling Sunyi

“Minta didoain jika berulang tahun. Apa tidak cukup minta didoakan di dalam hati saja? Apakah harus melalui video ucapan yang kemudian diposting di media sosial? Bukankah doa sejatinya adalah permohonan dalam kesunyian?”

Ucapan ulang tahun yang baik cukup disampaikan lewat doa yang tulus. Daripada diumbar-umbar lewat video hanya untuk memberi tahu pada orang lain. Bukan tidak boleh, tapi kesannya kita mengemis ucapan dan hadiah dari orang lain. Bukankah itu sama saja dengan merendahkan diri sendiri?

21. Fokuskan Energimu untuk Masa Depanmu

“Sayang banget sih kalau energi di media sosial cuma dihabiskan untuk hal-hal yang enggak bikin kamu bertambah maju di bidangmu. Apalagi, cuma ikut-ikutan nyerang orang lain di media sosial —yang ada dia makin kaya, kita gitu-gitu aja.”

Gunakan media sosial dengan bijak dan tentu untuk hal-hal positif. Adanya teknologi justru harusnya memperkayamu dengan segudang pengetahuan yang bisa di akses dengan mudah, bukan menjadi komentator bahkan pencaci maki orang lain.

22. Menjadi Dirimu Sendiri agar Bertahan

“Tidakkah kamu belajar? Berapa yang muncul sebab sensasi, melambung, sangat besar, dipuja-puja, lalu layu, hilang, tertelan, lekas dilupakan. Jika kau ingin jadi bintang, akan selalu ada bintang-bintang baru. Jika jadi dirimu, tak ada yang sama seperti dirimu.”

Banyak yang muncul ke permukaan oleh sebab sensai, kontroversi, dan segudang jalan pintas lainnya. Tapi perhatikan saja, orang yang terkenal dengan cara itu, akan cepat sekali dilupakan. Berbeda bila kamu menjadi seseroang yang dikenal karena menjadi dirimu sendiri, mengerjakan apa yang benar-benar kamu kuasai.

23. Yang Sejati Ada dalam Dirimu

“Aku tidak suka menonton bola, hanya untuk diterima pergaulan. Aku tidak (lagi) merokok, hanya untuk diterima pergaulan. Aku tidak menyediakan diri melakukan hal-hal yang tak kusukai hanya untuk diterima pergaulan. Teman sejati adalah darah dalam tubuhmu.”

Tidak sedikit yang memaksakan diri untuk mengikuti culture tempat di mana dia ingin bergaul, padahal dia tidak hidup untuk itu. Ada yang memaksakan diri merokok, padahal daya tahan tubuhnya lemah, dll. Tidak salah memang, ketika kita ingin diterima di suatu tempat, namun apa yang lebih penting adalah dirimu sendiri.

24. Jika Harus Kagum, Kagumlah pada Ide-idenya

“Jika harus kagum, aku selalu berusaha kagum pada hasil pikiran seseorang. Bukan sosok apalagi drama kehidupannya. Karena jika kehidupannya berubah, kekaguman pada hasil pikiran-pikiran itu tetap ada, meski mungkin tidak lagi kagum untuk beberapa hal yang berbeda.”

Kagumilah seseorang berdasarkan gagasan yang bisa dia berikan pada khalayak, bukan pada penampilan apalagi drama yang dia ciptakan semata-mata. Sebab drama kehidupan akan terus terjadi dan berubah-ubah, tetapi ide yang sudah berubah bentuk menjadi sebuah kemanfaatan, akan terus diingat selamanya.

25. Aku Tidak Berbakat, Aku Hanya Tekun

”Yang orang-orang lihat, nih anak produktif banget. Berbakat. Yang aku rasakan; dari pagi di kamar, mau nulis belum jadi-jadi. Sudah pukul satu dini hari, draf naskah belum nambah juga. Kadang, aku nggak ngerasa berbakat. Aku hanya tekun melakukan pekerjaanku.”

Quote Boy Candra yang satu ini, menggambarkan betapa orang yang punya bakat akan kalah dengan mereka yang tekun menekuni pekerjaannya. Ditulis dengan kalimat narasi, kata-kata di atas memberikan pelajaran di ujungnya. Mari kita ambil pelajaran itu, lalu praktikkan.

Quotes Boy Candra Mana yang Membuatmu Merenung?

kata-kata boy candra
kata-kata boy candra

Dari 25 kumpulan kata-kata Boy Candra yang sudah tibuku kompilasi, manakah yang membuatmu merenung? Atau manakan yang membuatmu tertarik untuk mencopynya lalu menjadikannya caption instagram? he he. Apapun motifmu membuka artikel ini, semoga pembaca sekalian mendapatkan manfaat yang besar. Mari terus dukung penulis muda Indonesia untuk terus melahirkan karya-karya yang memukau semua kalangan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

It is main inner container footer text