Sinopsis Novel Bumi Manusia – Buku I Tetralogi Buru

Sinopsis Novel Bumi Manusia – Salah satu hobi yang dimiliki oleh kalian, yang juga sama seperti yang kami punya adalah membaca novel. Novel yang kalian baca bisa jadi sama dengan yang kami baca, bisa juga berbeda, di dalam jenis maupun judulnya.

Salah satu jenis novel yang sebagian besar disukai oleh masyarakat Indonesia adalah jenis novel yang berat. Berat dalam arti dibutuhkan keseriusan agar bisa mengerti benar apa maksud yang ingin disampaikan oleh penulisnya.

Novel berat yang beredar di Indonesia memanglah tidak sebanyak jenis novel ringan. Novel berjudul “Bumi Manusia” adalah salah satu yang banyak disukai oleh penggemar novel berat. Novel ini ditulis oleh penulis kharismatik bernama Pramoedya Ananta Toer. Novel Bumi Manusia akan dikupas secara tuntas di pembahasan berikut ini.

Sekilas Tentang Novel Bumi Manusia

Sekilas Tentang Novel Bumi Manusia

Sekilas Tentang Novel Bumi Manusia

Novel berjudul Bumi Manusia ini sebetulnya merupakan buku kesatu dari empat buku–diistilahkan sebagai tetralogi- lebih tepatnya ‘Tetralogi Buru’, yang ditulis oleh salah satu penulis tersohor sekaligus kontroversial yang dimiliki oleh Indonesia, Pramoedya Ananta Toer.

Daftar buku Tetralogi Buru:

  • Bumi Manusia
  • Anak Semua Bangsa
  • Jejak Langkah
  • Rumah Kaca

Di tahun 1980 penerbit “Hasta Mitra” pertama kali menerbitkan novel Bumi Manusia. Novel berat ini memiliki genre “Historical Drama”. Begitu termashyurnya novel Bumi Manusia sampai-sampai diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Maxwell Lane supaya bisa ikut dibaca dan dipahami isinya oleh orang asing yang sangat tertarik dengan novel ini.

Karena dianggap sangat vokal, sering sekali memberikan kritik yang begitu pedas kepada pemerintah pada waktu itu, membuat Pramoedya Ananta Toer dibui. Di saat mendekam di dalam penjara itulah, di Pulau Buru, di tahun 1975, Pramoedya Ananta Toer menulis Bumi Manusia.

Sebelum menuangkannya lewat sebuah novel, pada tahun 1973 kepada teman-temannya Pramoedya Ananta Toer sudah memberikan isi cerita dari Bumi Manusia tersebut.

Novel berjudul Bumi Manusia tulisan dari Pramoedya Ananta Toer menuai sukses meskipun penulisnya hanya bisa merasakan dan menikmati kesuksesannya di penjara.

Begitu suksesnya Novel Bumi Manusia sampai-sampai dicetak ulang hingga sepuluh kali dalam waktu satu tahun, antara tahun 1980 sampai dengan tahun 1981.

Namun karena dianggap beraliran keras, bisa membawa dampak yang tidak baik bagi orang banyak, atas perintah dari Jaksa Agung pada jaman itu, setahun setelah penerbitannya, yakni di tahun 1982 Novel Bumi Manusia dilarang untuk diedarkan ke tengah-tengah masyarakat.

Tidak hanya masyarakat Indonesia yang menggemari novel Bumi Manusia, masyarakat asingpun juga. Oleh karena itulah novel tersebut sampai dengan tahun 2005 novel tersebut sudah dialih bahasakan sekaligus diterbitkan ke dalam 33 bahasa. Terakhir di tahun 2005, penerbit Lentera Dipantara menerbitkan novel Bumi Manusia kembali.

Di dalam novelnya ini Pramoedya Ananta Toer menuangkan segala hal yang terjadi di Indonesia antara tahun 1898 sampai dengan tahun 1918. Seperti yang telah kami dan kalian ketahui bersama tahun-tahun tersebut merupakan tahun di mana pemuda-pemuda Indonesia sudah mulai dibangkitkan rasa kecintaannya kepada negaranya, era Kebangkitan Nasional sudah merasuki jiwa mereka.

Sinopsis Novel Bumi Manusia Singkat

Sinopsis Novel Bumi Manusia Singkat

Sinopsis Novel Bumi Manusia Singkat

Novel Bumi Manusia menjadi salah satu karya dari Pramoedya Ananta Toer yang fenomenal. Novel ini bercerita tentang dua orang pribumi yang bernama Minke dan Nyai Ontosoroh. Sinopsis novel Bumi Manusia menceritakan bahwa walaupun hanya anak pribumi karena pintar sekali menulis, Minke diperbolehkan sekolah di HBS.

Sebenarnya yang bisa dan boleh bersekolah di HBS adalah keturunan orang-orang Eropa, khususnya Belanda yang menjajah Indonesia pada masa itu dan keturunan pribumi yang berasal dari golongan ningrat atau pejabat, Minke merupakan perkecualian karena kepandaiannya dalam menulis.

Kepandaian menulis Minke mendapat pengakuan dari orang-orang Belanda sehingga banyak sekali koran-koran terbitan negara Belanda yang memuat tulisannya. Sinopsis novel Bumi Manusia karangan dari penulis legendaris Pramoedya Ananta Toer ini menggambarkan ketidaksenangan teman-teman sekolah Eropanya terhadap Minke karena sikapnya yang revolusioner.

Pada jaman itu Minke menentang keras dan tegas segala sesuatu yang membuat bangsanya sendiri tidak menerima keadilan. Di samping itu karena sebetulnya Minke bukan berasal dari bangsawan Jawa yang berdarah ningrat mengakibatkannya harus berada atau ditempatkan di golongan bawah, yang membuatnya melawan, memberontak, dianggapnya tidak adil juga.

Selain Minke, tokoh lainnya lagi yang diceritakan oleh Pramadya Ananta Toer di novelnya yang berjudul Bumi Manusia ini, yaitu Nyai Ontosoroh. Dikatakan sebagai nyai karena merupakan istri simpanan dari seorang keturunan Eropa yang terpandang, yang sering dipanggil dengan nama Tuan Mellema.

Predikatnya sebagai seorang nyai, istri simpanan membuat Nyai Ontosoroh dikucilkan, dianggap sebagai perempuan yang tidak terhormat, tidak memiliki martabat, tidak diperbolehkan mempunyai hak asasi yang sepantasnya dia dapatkan.

Inilah yang membuat Nyai Ontosoroh menderita. Sadar dengan kondisinya tersebut, Nyai Ontosoroh melawannya, maksudnya menunjukkan keteladannya dalam arti yang positif supaya masyarakat lebih bisa menghargainya.

Caranya adalah dengan berupaya sekeras mungkin belajar tanpa kenal putus asa. Hanya dengan belajar, belajar dan belajarlah semua hal yang sifatnya tidak baik, seperti kebodohan, kemiskinan dan penghinaan bisa dilawan.

Pernikahan Nyai Ontosoroh dengan Tuan Mellema membuahkan seorang puteri cantik bernama Annelies. Annelies ini pada akhirnya menikah dengan Minke, tokoh pertama dari novel Bumi Manusia yang sudah diceritakan di atas tadi.

Intinya, novel dengan judul Bumi Manusia yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer menohok kehidupan pada jaman bangsa Indonesia dijajah oleh bangsa Belanda. Pramoedya Ananta Toer menggambarkan secara gamblang suasana dan kondisi yang sebenar-benarnya dari apa yang dilakukan oleh pemerintahan Belanda yang sangat kolonial. Penggambarannya begitu hidup.

Keegoisan dari bangsa penjajah, ketidakadilan yang mau tidak mau, terpaksa diterima oleh sebagian besar bangsa Indonesia, tentu saja yang bukan termasuk di dalam golongan ningrat atau bangsawan dan pejabat, harus dilawan dengan upaya belajar dengan keras secara terus-menerus, pantang menyerah.

Minke dan Nyai Ontosoroh sudah membuktikannya. Berkat kepandaiannya dalam menulis, selalu berusaha meningkatkan keterampilan menulisnya, membuat Minke berhasil mengangkat derajat dirinya sendiri,  membuat namanya harum, membuatnya dihargai dan dihormati meskipun oleh bangsa penjajah.

Demikian pula dengan Nyai Ontosoroh. segala hinaan, caci maki yang ditujukan kepadanya karena memiliki status sebagai istri simpanan tidak membuatnya tenggelam dalam kesedihan yang berkepanjangan.

Nyai Ontosoroh berupaya bangkit, melawan semua bulian dengan belajar ekstra keras, membuat dirinya pintar. Meskipun tidak mengecap bangku sekolah elit pada jamannya, seperti HBS, belajarnya dari membaca buku-buku, belajar dari pengalaman hidup sehari-hari yang menempanya dengan begitu keras, ternyata malah membuat Nyai Ontosoroh menjadi orang yang hebat.

Kepintaran yang dimiliki oleh Nyai Ontosoroh tersebut bahkan bisa menjadikannya guru yang begitu hebat tidak hanya bagi puterinya Annelies dan menantunya Minke melainkan juga untuk siswa-siswa yang belajar di HBS. Bahkan jika diukur, dibandingkan dengan kepintaran dari guru-guru yang mengajar di HBS, Nyai Ontosoroh jauh lebih pintar, ilmunya lebih banyak, pengetahuannya lebih luas.

Film Bumi Manusia

Film Bumi Manusia

Film Bumi Manusia

Film bertema sejarah memang bukan hal baru bagi sutradara Hanung Bramantyo. Setelah sebelumnya menjadi sutradara untuk film Sang Pencerah (2010) yang menceritakan tentang KH. Ahmad Dahlan, dan Kartini (2016), Hanung juga berkesempatan untuk mengalihbentukkan novel Bumi Manusia menjadi sebuah film.

Menggandeng Falcon Pictures sebagai publishing house, beliau juga mengajak Iqbaal Ramadhan yang sebelumnya sukses memerankan Dilan, untuk menjadi sosok Minke; Ine Febriyanti sebagai Nyai Ontosoroh; Donny Damara dan Ayu Laksmi sebagai orang tua Minke.

Film Bumi Manusia tayang pada tahun 2019. Tertarik untuk menonton?

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.