sinopsis dilan 1990

Sinopsis Novel Dilan 1990 – Awal Kisah Percintaan Dilan dan Milea

Sinopsis Novel Dilan 1990 – Dilan 1990 adalah sebuah novel yang dibuat oleh seniman nyeleneh bernama Pidi Baiq. Di awal kemunculannya, telah mendapatkan review sangat baik dari user goodreads. Alasan paling utama kenapa novel Dilan 1990 ini sangat baik adalah, karakter Dilan yang menjadi tokoh utama mempunyai kesan yang tidak mudah dilupakan oleh semua pembacanya.

Kata-kata Dilan bahkan selalu dijadikan caption instagram ketika awal kemunculannya. Melihat ‘kesempatan’ ini, pada tahun 2018 lalu, novel ini diangkat ke layar lebar dan menjadi film dengan penonton paling banyak sepanjang tahun; sebanyak 6,3 juta lebih penonton.

Dan pada bulan Februari 2019, sekuel kedua dari novel ini, yaitu Dilan 1991, juga diangkat ke layar lebar. Berikut di bawah adalah sinopsis Novel Dilan 1990 secara singkat. Sementara untuk sinopsis novel Dilan 1991, bisa dilihat di sini: sinopsis novel Dilan 1991, dan sekuel terakhir novel ini, yaitu Milea, sinopsisnya bisa dibaca di sini: sinopsis novel Milea.

BUKA DULU INI DI TAB BARU!

Gambar Sampul Depan Novel Dilan 1990

Gambar Sampul Depan Novel Dilan 1990

Gambar Sampul Depan Novel Dilan 1990

Novel karangan Pidi Baiq ini memiliki gambar sampul depan yang dibuat ilustrasinya oleh sang penulis novelnya sendiri dan yang juga adalah sebagai sutradara filmnya tersebut. Gambar sampul depannya adalah sosok remaja laki-laki, yakni tokoh Dilan, yang sedang bersandar dengan memakai baju seragam sekolahnya, dan ada sepeda motornya di belakangnya.

Warna sampul ini juga dominan abu-abu putih, khas seragam SMA. Gambar sampul depan novel berjudul Dilan: Dia adalah Dilanku 1990 itu memang menggambarkan tokoh sentral dalam novel ini; yakni sosok Dilan sendiri.

Novel ini menceritakan Dilan dari sudut pandang Milea, yang dinarasikan secara kilas balik atau flashback ke masa SMA mereka di kota Bandung, pada waktu sekitar tahun 1990an.

Itulah latar belakang, sebagai permulaan sinopsis novel Dilan 1990 ini. Novel ini diterbitkan oleh Pastel Books, Mizan Grup. Novel ini pertama kali terbit pada bulan April tahun 2014.

Beberapa Quotes Menarik Dari Novel Dilan 1990

kata kata dilan

kata kata dilan

Berikut beberapa quotes menarik dari novel tersebut. Diawali dengan kalimat,

“Cinta itu indah, jika bagimu tidak, mungkin kamu salah milih pasangan.”

Lalu juga ada puisi romantis yang sedikit kocak atau jenaka dari Dilan untuk Milea, sebagai berikut,

“Katakan sekarang

Kalau kue kau anggap apa dirimu?

Roti coklat? Roti keju?

Martabak? Kroket? Bakwan?

Ayolah!

Aku ingin memesannya

untuk malam ini”

Lalu ada juga ucapan selamat ulang tahun Dilan kepada Milea yang kocak juga sebagai berikut,

“Selamat ulang tahun, Milea. Ini hadiah untukmu. Cuma TTS. Tapi sudah kuisi semua. Aku sayang kamu. Aku tidak mau kamu pusing karena harus mengisinya.”

Sinopsis Novel Dilan 1990 Secara Ringkas

Sinopsis Novel Dilan 1990

Sinopsis Novel Dilan 1990

Novel ini bercerita tentang kisah cinta yang terjadi di antara kedua tokoh utamanya, yaitu Dilan dan Milea. Sudut pandang novel ini adalah kilas balik dari orang pertama, yang menyebut dirinya sebagai ‘aku’, yakni tokoh yang bernama Milea Adnan Husain.

Milea lah yang menuturkan keseluruhan cerita di novel ini, tokoh Dilan di novel ini adalah Dilan menurut sudut pandang Milea, itulah mengapa judulnya adalah Dilan, Dia adalah Dilanku 1990.

Tokoh Milea dikisahkan tinggal di kawasan Jakarta Pusat, dan sedang mengingat kembali kenangan masa remajanya ketika bersekolah pada waktu sekitar tahun 1990 di kota Bandung.

Penuturannya mengenai kisah cinta lamanya semasa bersekolah di Bandung itu diawali dengan penjelasan mengenai siapa dirinya–yakni Milea- seorang anak gadis dari prajurit TNI AD yang mendapat pindah tugas ke Bandung di tahun 1990 tersebut.

Milea yang berasal dari Jakarta tersebut adalah anak sulung. Ibunya Melia, sebelum menikah, ialah penyanyi dari salah satu grup band di Bandung. Milea dengan wajahnya yang cantik, menjadi anak baru yang cepat populer di tengah banyak sekali laki-laki teman sekolahnya.

Hingga pada suatu hari, muncullah Dilan, sosok anak lelaki yang pintar namun bandel, salah satu anggota geng motor yang juga berusaha mendekati dan tertarik dengan Milea. Namun cara pendekatan Dilan ini cukup unik, inilah menariknya novel ini.

Ya, tokoh Dilan dengan segala tingkah dan kata-kata celetukannya yang unik dan jenaka dalam mendekati Milea, menjadi daya tarik novel ini. Dituturkan oleh Milea, pada saat mereka duduk di kelas 2 SMA lah kisah cinta mereka berawal.

Jika Milea dikenal sebagai murid yang cantik, maka Dilan dikenal sebagai murid lelaki yang bandel berandalan dan sering dipanggil oleh guru Bimbingan dan Penyuluhan atau BP. Julukan atau pangkatnya di kelompok geng motornya adalah sebagai si Panglima Tempur, meski sebenarnya Dilan adalah murid yang cerdas juga, dan selalu menduduki rangking tiga besar.

Ayah Dilan sama-sama anggota TNI, sementara ibu Dilan adalah Kepala Sekolah di tempat yang berbeda dari tempat sekolah Dilan. Dia memiliki adik perempuan bernama Disa yang juga tak kalah jenakanya dengan Dilan.

Dikisahkan oleh Milea bahwa pada awalnya Milea tidak tertarik dengan si bandel Dilan, namun cara pendekatan Dilan kepada Milea yang aneh, lucu dan khas mampu melelehkan hati Milea dan membuatnya jatuh cinta.

Dilan dengan penuh percaya diri mengekspresikan ketertarikannya kepada Milea dengan kata dan ucapannya yang khas dan unik, yang membuatnya jadi berbeda dari teman-teman lelaki Milea lainnya.

Dilan mendekati Milea, bukan dengan rayuan manis pujian atau seikat bunga tetapi dengan ucapan berupa ramalan seperti yang tertulis di halaman 20 novel ini, “Aku ramal, nanti kita bertemu di kantin.” demikian kata Dilan kepada Milea.

Namun lucunya ramalan Dilan itu kemudian meleset. Pada hari itu Miela tidak dapat pergi ke kantin karena dia ada pembicaraan mengenai urusan kelas bersama teman-teman di kelas mereka.

Tapi Dilan tidak putus asa, kembali dia berusaha menarik perhatian Milea dengan mengirim Piyan untuk menyampaikan pesan yang berisi kata-kata ramalannya berikutnya, yang tertulis di halaman 22 sebagai berikut, “Milea, ramalanku, kita akan bertemu di kantin. Ternyata salah. Maaf, tapi ingin meramal lagi : besok kita akan bertemu.”

Begitu pesan Dilan. Namun berhubung besoknya adalah hari Minggu, maka Dilan tak kurang akal, dia pada hari Minggu tersebut lalu mendatangi rumah Milea dengan dalih menyampaikan undangan, sebagaimana yang tertulis pada halaman 27 novel ini, berisi kalimat sebagai berikut,

“Bismillahirrahmanirrahim. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dengan ini, dengan penuh perasaan, mengundang Milea Adnan untuk sekolah pada : Hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu.”

Begitu isi surat undangan Dilan kepada Milea. Hal-hal unik dan rasa penuh percaya diri Dilan pun akhirnya dapat membuat Milea menjadi tertarik dengan Dilan. Sehingga membuat Milea lupa, bahwa meski sebenarnya Milea telah mempunyai pacar di Jakarta, bernama Beni, anak orang kaya.

Namun pada akhirnya hubungan Lia, nama panggilan Melia, dengan Beni pun akhirnya putus, antara lain karena sifat Beni yang manja dan egois, selain juga karena kehadiran Dilan, maka akhirnya hubungan jarak jauh mereka pun kandas.

Hubungan Dilan dengan Milea pun mulai berkembang, seiring selalu saja ada cara unik Dilan untuk membuat Melia dapat tertawa bahagia, seperti hadiah ulang tahunnya berupa halaman TTS atau Teka Teki Silang yang sudah diisi penuh, lengkap dengan ucapannya yang jenaka dan unik sebagaimana terdapat pada quote atau kutipan di atas.

Hingga akhirnya mereka pun resmi berpacaran, dengan cara yang unik pula; dengan pernyataan cinta Dilan yang dilengkapi dengan materai yang ia serahkan pada Milea di warung Bu Eem setelah Dilan disidang oleh guru BP dan terancam akan dikeluarkan dari sekolah, karena sudah berkali-kali melanggar aturan sekolah, akibat pengaruh buruk dari geng motornya.

Keanggotaan Dilan pada geng motor itulah satu-satunya yang tidak disukai oleh Melia dari Dilan, meski pada saat itu Dilan dapat meyakinkan Milea bahwa ia akan baik-baik saja meski tergabung dalam suatu geng motor. Setelah Melia menerima pernyataan cinta yang unik dari Dilan tersebut maka mereka lantas berboncengan bersama dengan motor CB Dilan di tengah guyuran hujan yang turun deras.

Demikianlah sinopsis novel Dilan 1990, yang menurut penuturan penulisnya, yakni Pidi Baiq, kisah cinta pada novel ini terinspirasi dari kisah nyata seorang wanita yang menjadi narasumbernya. Latar belakang Pidi Baid adalah seorang wartawan, sehingga tak heran jika penulisan novelnya ini merupakan hasil inspirasi dari nara sumber dengan kisah nyatanya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.