sinopsis buku novel milea

Sinopsis Novel Milea – Kisah Akhir Menyakitkan Dilan dan Milea

Sinopsis Novel Milea – Siapa sih yang tidak kenal dengan sosok Milea? Tentu kalian pasti tahu dengan sosok sentral yang terdapat dalam novel yang belakangan ini populer dan dijadikan film. Ya, novel yang dimaksud adalah Dilan 1990: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990.

Novel karangan Pidi Baiq itu memesona banyak kalangan. Bukan hanya generasi 90-an, melainkan juga generasi milenial. Milea adalah salah satu dari trilogi Dilan. List novelnya: (1) Dilan 1990 (2) Dilan 1991 (3) Milea.

Kali ini kami akan membahas mengenai sinopsis novel Milea yang merupakan sebutan populer untuk Milea, Suara dari Dilan. Ini adalah novel ketiga trilogi Dilan yang terbit pada 2016.  Jumlah halamannya ada 360 halaman, dan diterbitkan oleh Pastel Books dari Mizan.

BUKA DULU INI DI TAB BARU!

Sinopsis Novel Milea Singkat

Sinopsis Novel Milea Singkat

Sinopsis Novel Milea Singkat

Dibuka dengan ungkapan “Perpisahan adalah upacara menyambut hari-hari penuh rindu” Milea, Suara dari Dilan menceritakan mengenai kehidupan Dilan di masa kecil yang pernah tinggal di Timor Leste, dan lancar berbahasa Tetum. Dilan adalah sosok anak laki-laki kebanyakan yang selalu berpikir punya masa kecil yang cukup bahagia, dan selalu melakukan hal-hal konyol seperti mengenakan mukena sewaktu salat, dan ingin memakan macan.

Dan juga seperti kebanyakan anak laki-laki di masa itu pada dekade 90-an, ia selalu bersepeda lantas menamai sepedanya “mobil derek”. Kala beranjak dewasa, tepatnya ketika SMA, Dilan sudah mulai meninggalkan mobil dereknya lalu menggantinya dengan motor yang dianggap lebih bergengsi apalagi untuk anak laki-laki. Ia juga gemar nongkrong di Warung Kang Ewok bersama teman-temannya seperti Akew, Bowo, Anhar, Burhan, Ivan.

Di SMA inilah ia kemudian bertemu Milea, gadis asal Jakarta yang kemudian menjadi pujaan hatinya dan ia pacari. Nama Milea juga kali pertama ia dengar dari Bi Eem, orang yang warungnya juga sering ditongkrongi oleh Dilan dan kawan-kawan. Dan Dilan berhasil mendapatkan Milea setelah mendapat dukungan dari teman-temannya dan doa restu dari ibunya.

Jalinan percintaan Dilan dan Milea cukup unik karena mereka memakai tanggal 22 Desember 1990 sebagai tanggal bersejarah. Dilan menyatakan cintanya kepada Milea di Warung Bi Eem, dan keduanya kemudian menandai juga hari jadi mereka dengan masing-masing menulis di atas materai. Mengapa Milea mau menerima Dilan? Selain romantis, Dilan juga adalah orang yang konyol sehingga membuat Milea tertawa dan senang.

Meski begitu jalinan percintaan mereka pun mengalami cobaan. Setelah saling menyatakan cinta dan setia satu sama lain, keduanya pun putus hubungan. Semua dikarenakan kesalahpahaman. Kematian Akew adalah penyebabnya. Milea selalu mengira bahwa kematian Akew akibat perselisihan geng motor.

Mengetahui bahwa Dilan adalah anggota geng motor, Milea meminta Dilan untuk keluar dari geng motor karena ia tidak ingin Dilan seperti Akew. Akan tetapi, Dilan tidak mau. Akhirnya terjadilah konflik antara kedua anak muda yang masih diliputi ego. Karena salah satu tidak mau mengalah, Milea menyatakan putus. Semenjak itulah, Dilan selalu merasa kesepian dan merindukan Milea.

Dilan kemudian bertemu lagi dengan Milea pada saat reuni SMA. Itu pun dalam waktu yang begitu lama, ketika Dilan sedang melanjutkan kuliah di Bandung. Akan tetapi, Milea rupanya sudah mempunyai pasangan bernama Mas Herdi yang menjadi suaminya. Dilan tidak masalah karena yang terpenting ia bisa bertemu lagi dengan teman-teman SMA.

Namun ternyata kehilangan Milea tidak lebih dari kehilangan sang ayah yang ia anggap sebagai seorang pahlawan. Dilan merasa kehilangan semangat hidup namun dia harus kuat dan ikhlas.

Pembahasan Novel Milea

sampul novel milea

sampul novel milea

Nih buat kalian yang ingin membaca Milea, Suara dari Dilan; sampul novel ini begitu bagus dan simpel serta sinkron dengan warna latar belakang. Novel ini juga bukan hanya berisi kata-kata, tetapi juga ilustrasi yang memudahkan penggambaran cerita sehingga hal ini bisa menjadikannya sebagai nilai lebih.

1. Penceritaan dan Sudut Pandang

Setelah kami membahas sinopis novel Milea yang singkat, kini saatnya kami juga akan membahas mengenai novel itu sendiri kepada kalian. Milea, Suara dari Dilan yang merupakan bagian ketiga dari trilogi Dilan adalah sebuah novel yang intinya adalah menceritakan sosok Milea dari sudut pandang Dilan. Tentu hal ini berbeda dari dua novel sebelumnya yang lebih menceritakan mengenai sosok Dilan dari Milea.

Mengingat bahwa novel ini menceritakan sosok Milea sudah pasti titik penceritaan tidak hanya berpusat pada Milea, tetapi juga pada sosok Dilan dari masa kecil hingga dewasa. Hal ini yang tentu tidak ada pada dua novel sebelumnya.

Dengan begitu, pembaca akan mengetahui sosok Dilan yang sebenarnya yang kemudian berhasil memacari Milea. Bagi kalian yang tidak ngudeng pada cerita di novel ini kami sarankan untuk membaca dua novel sebelumnya. Hal ini supaya kalian tidak kecewa saat membacanya.

2. Gaya bahasa

Seperti dua novel sebelumnya dalam trilogi Dilan, Milea, Suara dari Dilan juga memakai gaya bahasa populer dan gaul ala Pidi Baiq yang mudah dipahami. Gaya bahasa seperti ini akan membuat cerita mengalir dan nyambung. Selain itu, Pidi Baiq juga menyisipkan humor dan puisi-puisi romantis untuk membuat kalian baper. Mengingat novel ini berlatar belakang Bandung, tentu Pidi Baiq sebagai penulis tidak lupa menyisipkan kosakata dan kalimat bahasa Sunda.

3. Alur Novel Milea

Alur dalam Milea, Suara dari Dilan boleh dibilang merupakan alur flashback yang diceritakan secara naratif. Dikatakan flashback karena novel ini seperti menceritakan kembali kisah Dilan dan Milea namun dalam sudut pandang berbeda. Penceritaan kisahnya naratif karena dimulai dengan sebuah awalan Dilan mengenal Milea, memacari, dan kemudian putus. Selain itu, alur tempat juga flashback karena berada di Bandung pada dekade 90-an, yang kala itu mulai marak dengan geng motor.

4. Nilai-nilai dalam Novel Milea

Tentu ada banyak sekali nilai yang terdapat dalam Milea, Suara dari Dilan. Yaitu, nilai moral, nilai sosial, nilai budaya, dan nilai religius. Nilai moral bisa terlihat dari keberhasilan Dilan mengejar cita-citanya untuk bisa berkuliah di salah satu perguruan tinggi di Bandung setelah putus dari Milea. Namun nilai moral yang negatif adalah budaya nongkrong dan bergabung dengan geng motor.

Untuk nilai sosial dalam pembahasan sinopsis novel Milea ini adalah saling menolong dan menasihati Dilan dan teman-temannya kala berkumpul di warung Kang Ewok. Sedangkan nilai budaya yang terdapat novel ini adalah penggunaan bahasa Sunda serta derasnya arus globalisasi yang membuat Dilan memakai jins. Dan, terakhir nilai religius yang perlu kalian ketahui dari novel ini adalah para tokohnya akan selalu mengucapkan salam assalammualaikum ketika datang dan pergi.

5. Kesimpulan

Milea, Suara dari Dilan adalah novel latar belakang 90-an yang sepertinya tetap cocok untuk kalian baca. Gaya bahasanya juga sesuai untuk generasi milenial.

Related Post

Sinopsis Novel Bumi Manusia – Buku I Tetralogi Buru Sinopsis Novel Bumi Manusia - Salah satu hobi yang dimiliki oleh kalian, yang juga sama seperti yang kami punya adalah membaca novel. Novel yang kalia...
Sinopsis Novel Dilan 1991 – Kisah Cinta Dilan Milea Kandas? Sinopsis Novel Dilan 1991 - Kalian pasti sudah tidak asing dengan novel hits Dilan bukan? Bagaimana tidak, novel karya Pidi Baiq ini sukses menempati ...
Biografi Pidi Baiq – Seniman Nyeleneh di Balik Novel Dilan Biografi Pidi Baiq - Kalian para penggemar novel atau film Dilan tentunya sudah tidak asing dengan mama Pidi Baiq sebagai penulis kisah novelnya. Seni...
Sinopsis Novel Dilan 1990 – Awal Kisah Percintaan Dilan dan Milea Sinopsis Novel Dilan 1990 - Dilan 1990 adalah sebuah novel yang dibuat oleh seniman nyeleneh bernama Pidi Baiq. Di awal kemunculannya, telah mendapatk...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.