panduan sholat dhuha

Tata Cara Sholat Dhuha Sesuai Sunnah – Niat, Batas Waktu, dan Doa

Tata Cara Sholat Dhuha – Sholat sunnah dhuha merupakan salah satu sholat yang istimewa keutamaannya. Bahkan, Nabi saw. secara langsung menyebutkan secara gamblang apa-apa saja yang bisa kita dapatkan kalau bisa merutinkan sholat dhuha.

Namun, perlu untuk ditanamkan dalam hati bahwa, meskipun ada reward dari Allah atas amalan ini, niatan kita haruslah tulus untuk beribadah dan mencari keridhaan Allah swt. bukan karena menginginkan balasan.

Untuk memudahkan pembaca sekalian, kami sediakan daftar isi di bawah. Silakan klik pada bahasan yang ingin dibaca; atau silakan lanjutkan scroll ke bawah bila ingin membaca secara keseluruhan.

Keutamaan Sholat Dhuha

Seperti yang sudah kami tuliskan di atas, sholat sunnah dhuha memiliki banyak sekali keutamaan. Berikut di bawah ini adalah beberapanya.

1. Dua Rakaat Sholat Dhuha Sebanding dengan 360 Sedekah

Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw. pernah bersabda,

“Setiap pagi, tiap-tiap ruas anggota tubuh kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih merupakan sedekah, setiap tahmid merupakan sedekah, setiap tahlil merupakan sedekah, setiap takbir merupakan sedekah, menyuruh kepada kebaikan merupakan sedekah, dan melarang (seseorang) berbuat munkar merupakan sedekah. Semua itu bisa diganti dengan sholat dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim)

2. Empat Rakaat Sholat Dhuha Mendatangkan Kecukupan

Allah swt. berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari emapt rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)

Apa yang dicukupkan Allah atas orang yang mengamalkan sholat dhuha, itu adalah rahasiaNya.

3. Wasiat Rasulullah

Sholat dhuha menjadi wasiat Rasulullah saw. kepada Abu Hurairah, agar ia menjadikan amalan tersebut sebagai amal harian.

“Kekasihku –Rasulullah saw.- mewasiatkan tiga hal padaku: berpuasa tiga hari setiap bulannya, melaksanakan sholat dhuha dua rakaat, dan sholat witir sebelum tidur.” (Muttafaq ‘Alayh)

Untuk penjelasan lengkap mengenai tata cara sholat witir, silakan klik di sini: tata cara sholat witir.

4. Termasuk Sholat Awwabin

Sholat dhuha tergolong sholat awwabin, yaitu sholatnya orang-orang yang taat. Mendirikan sholat dhuha secara rutin 24/7, menjadikan orang tersebut dicatat sebagai orang yang taat.

Sebagaimana dijelaskan dalam hadits di bawah ini,

Abu Hurairah ra. berkata: “Kekasihku (Muhammad) mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang aku tidak meninggalkannya: agar aku tidak tidur kecuali telah mendirikan sholat witir, agar aku tidak meninggalkan dua rakaat sholat dhuha; karena ia adalah sholat awwabin, serta agar aku berpuasa tiga hari setiap bulan.” (HR. Ibnu Khuzaiman; shahih)

Apa yang dimaksud Rasulullah saw. tentang puasa tiga hari setiap bulan? Jawabannya silakan baca: puasa ayyamul bidh.

5. Ghanimah Terbanyak

Dalam sebuah hadits dikatakan,

“Barangsiapa berwudhu kemudian pergi pada waktu pagi ke Masjid untuk mendirikan sholat dhuha, maka hal itu adalah peperangan yang paling dekat, ghanimah yang paling banyak, dan kembalinya lebih cepat.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad; hasan shahih).

Waktu Sholat Dhuha

Pertanyaan yang seringkali ditanyakan oleh jamaah mengenai sholat dhuha adalah waktu pelaksanaannya. Betul. Kapan waktu sholat dhuha?

Waktu sholat dhuha terbentang sejak matahari terbit di ufuk timur hingga naik condong ke arah barat. Dengan kata lain, di Indonesia waktu sholat dhuha dimulai ketika masuk fajar (20 menit setelah matahari terbit), sampai sekitar 15 menit sebelum masuk waktu dzuhur.

Waktu Utama Melaksanakan Sholat Dhuha

Menurut sebuah hadits,

Bahwasanya Zaid bin Arqam melihat orang-orang mendirikan sholat dhuha ( di awal pagi). Dia berkata, “Tidakkah mereka megnetahui bahwa sholat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda, ‘sholat orang-orang awwabin adalah ketika anak unta mulai kepanasan'” (HR. Muslim)

Dengan kata lain, waktu utama sholat dhuha adalah di akhir, atau sekitar 15 menit memasuki waktu dzuhur. Namun, sebagai bentuk kehati-hatian agar tidak masuk pada waktu haram sholat, maka sebaiknya dilakukan 30 menit sebelum waktu dzuhur.

Untuk mengetahui kapan saja waktu haram sholat, silakan baca artikel ini: waktu haram sholat.

Tata Cara Sholat Dhuha

Baik, setelah mengetahui sedikit tentang keutamaan dan waktu sholat dhuha, mari kita mempelajari tata cara sholat dhuha yang sesuai dengan sunnah Rasulullah saw.

Lafadz Niat Sholat Dhuha

Tidak ada satu perbedaanpun di kalangan ulama, bahwasanya tempat niat adalah hati. Maksunya, tidak ada perintah untuk melisankan niat. Namun meski demikian, ulama madzhab (selain Maliki), menghukumi niat yang diucapkan pelan-pelan sebagai sunnah dalam rangka membantu menghadirkan niat di dalam hati.

Berikut merupakan niat sholat dhuha:

أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنَ لِلَّهِ تَعَالَى

Dibaca: Usholli sunnatadh dhuhaa rok’atayni lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat sholat dhuha dua rakaat karena Allah ta’ala

Sholat Dhuha Tertib

Sebagaimana sholat sunnah lain, sholat dhuha dilaksanakan dengan dua rakaat salam. Adapun jumlah rakaatnya, minimal dua rakaat. Rasulullah saw. sendiri selalu mengerjakan sholat dhuha sebanyak empat rakaat, kadang juga delapan rakaat.

Untuk rakaat maksimal sholat dhuha, sebagian ulama tidak membatasi selama masih dalam rentang waktu sholat dhuha.

Sebuah hadits,

Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib, Rasulullah saw. pernah mendirikan sholat dhuha sebanyak delapan rakaat. Pada setiap dua rakaat, beliau mengucap salam. (HR. Abu Dawud; shahih)

Gerakan sholat dhuha tidak berbeda dengan gerakan sholat sunnah lain sebagai berikut;

  • Niat
  • Takbiratul ihram
  • Doa iftitah
  • Membaca surat al-Fatihah
  • Membaca surat atau ayat al-Qur’an
  • Ruku dengan tumaninah
  • I’tidal dengan tumaninah
  • Sujud dengan tumaninah
  • Duduk di antara dua sujud dengan tumaninah
  • Sujud kedua dengna tumaninah
  • Berdiri untuk rakaat kedua
  • Lakukan gerakan yang sama dengan rakaat pertama
  • Tahiyat akhir dengan tumaninah
  • Salam

Doa Setelah Sholat Dhuha

Rasulullah saw. sendiri tidak mengajarkan doa dhuha secara khusus. Sehingga, kita boleh berdoa secara umum dengan doa yang baik.

Namun meski demikian, ada doa yang populer dan sering dilafadzkan seusai sholat dhuha, yakni:

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Dibaca: Alloohumma innadh dhuhaa-a dhuhaa-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka wal ‘ishmata ‘ishmatuka. Alloohumma inkaana rizqii fis samaa-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’assiron fayassirhu, wa inkaana harooman fathohhirhu, wa inkaana ba’iidan faqorribhu bihaqqi dhuhaa-ika wa bahaa-ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudrotika aatinii maa aataita ‘ibaadakash shoolihiin.

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuhaMu, keagungan adalah keagunganMu, keindahan adalah keindahanMu, kekuatan adalah kekuatanMU, penjagaan adalah penjagaanMu. Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah; bila rezekiku ada di dalam bumi maka keluarkanlah; apabila sukar mudahkanlah; apabila haram sucikanlah; apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuhaMu, keagunganMu, keindahanMu, dan kekuatanMu. Berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih.”

Pertanyaan tentang Sholat Dhuha

Apakah niat harus dilafalkan?

Tidak harus. Mengucapkannya dalam hati sudah cukup. Namun, bila diucapkan dengan lisan dalam rangka membantu hadirnya niat dalam hati, maka tidak mengapa.

Apakah harus memakai surat adh-dhuha dan asy-syams?

Tidak. Tidak ada keharusan untuk membaca surat adh-dhuha ataupun asy-syams. Namun sebagian berpendapat, kedua surat tersebut cocok bila dibacakan pada waktu dhuha.

Apakah ada sholat lain sebagai pelengkap sholat dhuha?

Sholat dhuha adalah sholat yang berdiri sendiri, sebagaimana kebanyakan sholat sunnah lain. Namun, apabila ingin meraup pahala yang maksimal, hendaknya melakukan shalat shubuh berjamaah di Masjid, lalu setelahnya berdzikir sampai masuk waktu shalat dhuha dan laksanakanlah. Pahalanya sebanding dengan haji.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.